in

Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Ceritakan Kisah Sufi di Acara Lombok Bersholawat

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf didampingi TGB pada acara Lombok Bersholawat

kicknews.today – Lombok Bersholawat merupakan rangkaian dari pergelaran acara maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Pulau Lombok yang dipusatkan di Lapangan Tio Tata Tunaq, Tanjung, Kabupaten Lombok Utara yang dihadiri para alim ulama dari berbagai daerah yakni diantaranya ialah Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Kota Surakarta.

Pada kesempatan itu, Jum’at (16/11) Habib Syech menceritakan sebuah kisah sufi yang sarat akan makna. Bahkan kisah ini diceritakan lagi oleh mantan Gubernur NTB dua periode Dr TGH M Zainul Majdi atau yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB) di laman media sosialnya.

“Beliau tuturkan kisah yang Beliau dengar dari Almarhum Maulana Tuan Guru Zaini (Guru Jai Sekumpul) Martapura. Tentang tiga orang yang lapar dan hanya ada satu piring nasi dekat mereka. Mereka sepakat tidur dan siapa yang mimpinya paling bagus yang berhak atas nasi itu,” tutur TGB.

Diceritakan, si A tidak bisa tidur karena lapar, dia hampiri nasi itu dan dia habiskan. Usai makan dia kemudian tidur. Lalu Si B dan C tidur dengan nyenyak.

Pagi-pagi mereka kumpul untuk setor mimpi. Kata si B, saya mimpi jalan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Perjalanan indah luar biasa. Si C bilang, saya mimpi terbang sampai Sidratul Muntaha. Dahsyat.

“Tetapi Si A bilang, saya nggak bisa tidur karena lapar jadi saya makan nasi itu sampai habis. Setelah itu saya tidur,” kisahnya.

Dijelaskan lagi, si B dan C kemudian protes keras, “kok kamu tidak bangunkan kami, kita makan sama-sama,” kata mereka dituturkan TGB.

Jawab si A, “Bagaimana mau beritahu kalian, kan yang satu di Masjidil Aqsa dan yang satu lagi di Sidratul Muntaha. Jauh sekali. Saya nggak tahu rute ke sana,” lanjutnya.

Dikatakan TGB, pemaknaan kisah ini bisa macam-macam. Namun bagi sufi menurut Habib Syech, kisah ini mengingatkan bahwa untuk sampai kepada Allah, kita dianjurkan untuk mencari wasilah yang dekat dan kongkrit yaitu Rasulullah SAW.

“Tidak perlu banyak teori dan cari mimpi, hampiri Rasulullah untuk mendapat berkah Allah dan syafaat yang mulia,” papar TGB seraya mengakhiri tulisan dengan ucapan sholawat ke atas Nabi.

اللهم صل و سلم و بارك و كرم على سيدنا و مولانا محمد و على آله و صحبه و امته اجمعين