in

Begangsingan Warisan Budaya yang Tergerus Perkembangan Teknologi

Begangsingan budaya luhur masyarakat Sasak

kicknews.today – Bermain gangsing atau begangsingan dahulu pada era tahun 90-an sangat digandrungi semua orang. Perlombaan antar kampung kerap kita jumpai sebagai ajang silaturrahmi untuk menjaga persaudaraan.

Permainan begangsingan ini merupakan warisan peninggalan budaya leluhur bangsa Sasak di Pulau Lombok yang harus dilestarikan. Meski sekarang permainan tradisional semacam ini kalah dengan berbagai macam permainan modern yang cenderung membuat seseorang apatis dengan lingkungan sekitar seperti game online ataupun Play Station, namun diharap tidak melekangkan permainan yang sarat makna ini.

Seorang Anggota DPRD Provinsi NTB, H Umar Said yang juga merupakan pemerhati budaya sasak, berupaya melestarikan permainan begangsingan ini dengan memerakarsai penyelenggaraan event begangsingan ini agar bisa kembali dinikmati di era modern sekarang.

“Ini merupakan salah satu permaianan yang sudah ada sejak dulu dan harus kita lestarikan bersama. Karena ini merupakan salah satu warisan budaya leluhur juga. Dan saya kira tugas kita untuk sama-mengangkatnya menjadi sebuah budaya nasional,” katanya dalam acara penutupan festival pegangsingan di Desa Ombe, Kediri Lombok Barat, Minggu (18/11).

Menurutnya, event begangsingan sangat baik jika selalu diadakan. Selain bisa dijadikan ajang promosi pariwisata, permainan ini juga sangat efektif dijadikan sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi dan melatih kita menjunjung nilai-nilai sportifitas.

“Seni tradisional ini mencerminkan nuansa kemasyarakatan. Nilai yang berkembang didalamnya selalu mengedepankan saling menghormati dan rasa kebersamaan cukup kuat serta utuh dalam melaksanakan tujuan dan menjunjung tinggi nilai luhur yang menjadi kebanggaan kita,” pungkasnya. (ir.)