in

Jaksa Anggap Tak Ada Pelecehan Seksual Pada Kasus Baiq Nuril

Kiri: Kajari Mataram Ketut Sumedana. Kanan: Baiq Nuril

kicknews.today – Kasus mengenai pelanggaran UU ITE Baiq Nuril Maknun kembali mencuat setelah putusan kasasi dari Mahkamah Agung keluar dan Nuril divonis bersalah dengan hukuman 6 bulan penjara dan denda 500 juta jupiah atau subsider tiga bulan penjara melalui keputusan Nomor 574 K/PID.SUS/2018 tanggal 26 September 2018.

Mengenai pelecehan seksual yang dialami Baiq Nuril yang dilakukan pelapornya saat menjabat sebagai kepala sekolah di SMAN 7 Mataram, Jaksa Penuntut Umum menapik hal tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Dr Ketut Sumedana menyatakan, tidak ada pelecehan seksual terhadap Baiq Nuril secara fisik.

“Kalaupun seandainya ada secara verbal tergantung teman-teman yang menilai karena Kejaksaan Negeri tidak tahu aturan hukumnya,” kata dia di Mataram, Jum’at (16/11).

Lalu soal bukan Baiq Nuril yang mentransmisikan percakapan yang berbau mesum dengan Kepala Sekolah menurut Sumedana, unsur pasal yang dilanggar Nuril yakni pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 UU nomor 11 2008 tentang UU ITE yang berbunyi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau bermuatan yang melanggar kesusilaan. Nuril masuk dalam unsur ini.

Dia menambahkan, sebenarnya Baiq Nuril bisa saja melaporkan balik H Muslim jika ada terjadi pelecehan seksual.

” Boleh saja, silahkan jika menganggap pelecehan verbal,” ujar dia.

Akan tetapi menurutnya, jika dilihat dari rekaman antara Baiq Nuril dengan H Muslim, ada komunikasi atau percakapan dua arah dan dilakukan tidak ada tekanan.

“Yang jelas kita lakukan tugas sesuai KUHAP saja,” tegasnya.

Soal dukungan publik terhadap Baiq Nuril, Sumedana tidak mempermasalahkan hal itu. Maka dari itu dia mengundang semua media agar semua orang mengetahui kronologi kasus yang sebenarnya.

Kalaupun terdapat kasus perselingkuhan, lanjut Sumedana, sebenarnya harus dilaporkan lagi oleh Baiq Nuril.

“Perlu digaris bawahi, jika terjadi perselingkuhan mestinya laporkan saat itu,” tutur dia.

Dia katakan juga, pihaknya sudah mengumpulkan semua Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus Baiq Nuril ini untuk dilakukan pengkajian dan kemudian disimpulkan, tidak ada pelecehan seksual terhadap Baiq Nuril.

“Mungkin verbal yang dimaksud. Mestinya laporkan jika ada pelecehan itu,” tutupnya. (prm)