in

Musim Hujan Korban Gempa Masih di Tenda, Ini Kata Gubernur NTB

Kondisi di tenda pengungsian gempa Lombok di musim hujan

kicknews.today – Sebagian korban gempabumi di Lombok saat ini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian beratapkan terpal dan beralas seadanya, sedang musim penghujan sudah datang.

Menanggapi hal ini, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Zulkieflimansyah menerangkan, saat ini memang tugas utama Pemerintah Daerah adalah memindahkan masyarakat yang masih ada di tenda ke tempat pemukiman yang minimal sementara.

“Kami dengan Bupati, Walikota berusaha untuk ini, tetapi kadang ada pilihan-pilihan misalnya masyarakat inginnya kayu (rumah dari kayu- red), tetapi karena pesan pemerintah pusat di Jakarta jangan sampai keinginan kita membuat rumah dari kayu ini kemudian akan merusak hutan,” jelasnya usai menghadiri HUT Brimob ke 73 di Mataram, Rabu (14/11).

“Kita punya rumah, tetapi kita ditunggu oleh bencana yang lebih besar, longsor dan banjir,” sambungnya.

Kata idia, ini masih soal pilihan. Karena ketika masyarakat dipaksa untuk menghuni yang ada betonnya, mereka mengalami trauma yang tidak sederhana.

“Jadi ini tidak mudah. Ada yang disediakan beton oleh pemerintah tapi mereka masih trauma, mereka inginnya kayu. Ini jadi perhatian, jangan sampai kayu habis, hutan gundul, banjir datang, longsor, kita jadi bencana berikutnya,” papar dia.

Diakui Dr Zul, awalnya dia mengira persoalan ini sederhana, tapi ternyata setelah dia terjun langsung ke kampung-kampung di tempat pengungsian, mereka masih anti terhadap beton karena mengingatkan mereka akan trauma bencana gempa yang menimpa sebelumnya.

“Kami akan berusaha mencari jalan terbaik, supaya walaupun kayu minimal tidak menebang yang dilarang, atau kayu yang tidak berasal dari Nusa Tenggara Barat ini dan yang legal,” pungkasnya.

Mengenai target, Dr Zul mengatakan, pada bulan Maret akan diupayakan memenuhi semua kebutuhan akan hunian, tetapi untuk persoalan masyarakat agar tidak tinggal di tenda lagi, akan diupayakan pemerintah sesegera mungkin. (red.)