in

Angkasa Pura Tingkatkan Kualitas Produk UKM Binaan Lingkar Bandara

Para pelaku UKM mitra binaan PT Angkasa Pura I LIA saat pelatihan kualitas produk

kicknews.today – PT. Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport (LIA) terus bersinergi, meningkatkan kualitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lingkar bandara yang menjadi mitra binaannya. Kepada para pelaku UKM itu, Rabu (14/11), diberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dalam persaingan bisnis, dan cara pengelolaan usaha.

General Manager Angkasa Pura I LIA, I Gusti Ngurah Arditha menyampaikan bahwa program kemitraan merupakan program yang telah lama dibina, baik berupa pinjaman maupun hibah pelatihan manajemen, marketing, dan pengemasan.

Dia mengaku, dari hasil pengamatan banyak para pelaku UKM yang memiliki produk seperti souvenir masih lemah dalam pengemasan, jika dibandingkan dengan pengemasan di luar daerah maupun luar negeri yang sangat menarik perhatian.

Contoh lain, lanjutnya, baju kaos dengan bungkus yang bagus maka kelihatan menarik. Dengan demikian, kalaupun kualitas kaos tersebut tidak bagus, tapi dengan pola pengemasan yang baik dan rapi, tentunya akan meningkatkan nominal harga.

“Memang sih, saya sendiri tidak secara langsung intens masuk proses pengemasan. Akan tetapi proses pengemasan itu akan disampaikan lewat Dinas Koperasi dan UMKM. Angkasa Pura hanya mencari materi yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Ngurah Ardita menuturkan kelebihan pengemasan seperti yang ada di beberapa negara yang pernah dikunjunginya. Ketika bungkus produk dibuat sedemikian rupa, maka harga akan mengikuti karena mencerminkan produk itu bagus.

“Jika dibungkus jelek, kalaupun kualitas barang bagus, belum tentu diminati,” ucapnya.

Hal itu diungkapkan, karena dalam waktu dekat pihak Angkasa Pura akan menggelar program pameran kemitraan, di eks Bandara Selaparang. Dimana kegiatan itu bertujuan untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan UKM binaan.

Disebutkan, ada salah satu UKM binaan yang menjadi perhatian selama tiga tahun terakhir yakni tenun tradisional. Bahkan untuk UKM tenun ini pihaknya telah menyiapkan tempat khusus di LIA dan tidak berbayar.

Hal itu karena tenun tradisional bisa dijadikan produk ekslusif, dimana pengunjung bandara dapat melihat langsung, proses dan cara tradisional pembuatan kain tenun khas Lombok-Sumbawa.

“Kita buatkan aturan khusus mitra tenun, wajib nenun di sana supaya bisa dilihat langsung proses pembuatan. Kemudian bisa atraktif, dalam arti pengunjung bisa foto bersama penenun dan diwajibkan ada kartu nama. Harapan siapa tahu dibutuhkan nanti, bisa dipesan lewat telepon,” ujarnya.

Ke depan, Angkasa Pura berencana akan membuat koperasi berbasis online, agar pembeli dapat memesan barang secara online.

“Barang jualan seperti tenun, tinggal di-play aja. Begitu halnya produk kopi dan produk mitra binaan lainnya, tinggal crate,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, HL. Saswadi memberikan apresiasi dan sangat berterimakasih, atas dukungan pihak Angkasa Pura yang secara kontineu melakukan pembinaan wirausaha baru.

“Kita sadari pembinaan UMKM merupakan tanggung jawab bersama, untuk mendorong terbentuknya wirausaha, agar perekonomian masyarakat terpenuhi,” ungkapnya.

Dikatakan, semakin banyak UMKM, maka akan dapat menampung tenaga kerja lokal sehingga mengurangi jumlah pengangguran.

Dirinya sangat mendukung langkah Angkasa Pura untuk mengadakan pameran kemitraan, terlebih itu mengarah kepada pemasaran produk secara online.

Menurutnya, karena ke depan masyarakat sudah tidak lagi mau repot saat berbelanja, tinggal main HP barang belanjaan diantarkan ke rumah.

“Kita mulai latih pemasaran serta pengemasan lebih menarik, serta pemasaran secara online,” tutupnya. (prm)