in ,

Hutan 75 Persen Gundul, Banjir Bandang Mulai Terjang Dompu

kicknews.today – Banjir bandang melanda Desa Tolokalo dan Desa Songgajah di Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (9/11) karena kerusakan hutan yang cukup parah di beberapa kawasan di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu Imran M Hasan mengatakan, banjir bandang di dua desa itu terjadi sekira pukul 15.23 Wita akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Rumah warga yang terdampak banjir meliputi Dusun kesi dan Dusun Kresna Sari di Desa Tolokalo; dan Dusun 3 dan 4 di Desa Songgajah dengan ketinggian air berkisar 0,5 meter hingga 1,5 meter.

“Perkiraan sementara akibat bencana banjir ini, rumah masyarakat terendam di Desa Tolokalo sekitar 300 rumah dan 100 rumah di Desa Songajah,” kata Imram.

Selain rumah penduduk, kata dia, fasilitas umum seperti SMP Songajah, kantor desa Songgajah, kantor desa Tolokalo, sekolah dan masjid di Desa Tolokalo ikut terendam air.

“Peristiwa banjir ini menimbulkan antrian panjang kendaraan, baik yang dari Pekat maupun dari arah Kempo,” lanjutnya.

Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam banjir bandang itu. Namun begitu, dia belum bisa memastikan nilai kerugian yang terjadi akibat banjir bandang tersebut.

“Tim TRC BPBD sedang melaksanakan kaji cepat untuk menyusun langkah-langkah penanganan dan droping bantuan makanan siap saji Ke lokasi malam ini,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Nurdin Ranggabarani MH menyatakan, sekitar 75 persen kawasan hutan di Pulau Sumbawa saat ini dalam kondisi gundul. Tingkat kerusakan yang kian parah itu dipicu praktek pembukaan lahan yang dilakukan secara tidak terkendali. Hal ini membuat wilayah-wilayah di pulau sumbawa berpotensi terjadi banjir bandang jika intensitas hujan semakin tinggi.

“Kerusakan hutan di Pulau Sumbawa terjadi merata di lima kabupaten. Dimulai dari Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima. Bahkan, kawasan hutan yang berada di Taman Nasional Gunung Tambora yang wilayahnya masuk dalam dua kabupaten, yakni Kabupaten Bima dan Dompu juga dijarah untuk kepentingan pembukaan lahan,” katanya.