in

Keluar Penjara Kembali Menipu, Pecatan Polisi di Lombok Tengah Diciduk

Pelaku SN usai dibekuk polisi karena menipu

kicknews.today – Meskipun baru selesai menjalani hukum penjara dengan kasus yang sama, tidak membuat jera pelaku penipuan ini. SN (40) Warga Desa Loang Make Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, kembali melakukan penipuan dengan modus penukaran uang ringgit dan dolar.

Pelaku yang merupakan pecatan anggota Polri itu pun kembali ditangkap oleh Tim Opsnal Polres Lombok Tengah pada Rabu (7/11) pukul 21.05 WITA di wilayah Kota Praya.

Korban bernama Rohmayani (38) Warga Kelurahan Semayan Kecamatan Praya Lombok Tengah yang terkecoh karena masih menganggap pelaku merupakan anggota polisi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah yang dikomfirmasi membenarkan adanya penangkapan pelaku penipuan dengan modus penukaran uang tersebut.

“Pelaku sudah diamankan di Polres Lombok Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Rafles P Girsang, Kamis (8/11).

Dijelaskan, penangkapan pelaku ini berawal dari informasi masyarakat, bahwa pelaku SN yang sudah dipecat dari Polri karena kasus penipuan dan penggelapan. Kemudian, setelah keluar dari Rutan Praya pelaku dimonitor masih melakukan penipuan dengan modus tukar mata uang dolar dan mengaku uang dolar tersebut punya komandan.

Setelah, korban diambil uangnya lalu disuruh menunggu di depan kantor Polres Lombok Tengah dan pelaku masuk ke kantor Polisi dengan alasan mengambil uang dolar ke komandan. Baru pelaku kabur dengan membawa uang hasil penipuannya tersebut.

“Atas laporan itulah, anggota melakukan penangkapan terhadap pelaku SN,” jelasnya

Dikatakan dia, dari hasil monitor Tim opsnal jajaran Polda NTB, bahwa pelaku sering melakan penipuan diantaranya di wilayah Lombok Timur, Mataram, dan di Wilayah Lombok Tengah sebanyak 5 TKP.

“Selain menangkap pelaku, kita mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor honda vario warna putih hitam DR 4328 TI, uang sebanyak Rp 10 juta, $ 202 dolar, 51. Ribu Won, dan 101 ringgit,” jelasnya.

Sementara itu, kejadian penipuan itu berawal pada tanggal 1 November 2018, dimana pelaku menawarkan untuk menukarkan uang ringgit dan uang dolar dengan harga murah. Lalu meminta uang Rp 25 juta di depan. Setelah pelaku menerima uang dari korban, pelaku mengajak korban untuk mengambil uang tersebut di Polres Lombok Tengah.

Namun korban disuruh menunggu di belakang pintu gerbang masuk Polres Lombok Tengah. Setelah itu pelaku menghilang dan tidak kembali lagi dengan membawa uang ringgit dan dolar yang telah di janjikan.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 25 juta, dan melapor kepada Polres Lombok Tengah,” pungkasnya. (Ade)