in

Kasus Habib Rizieq, Jubir Alumni 212: Bendera HTI itu rekayasa

Novel Bamukmin - Bendera HTI

kicknews.today – Persoalan yang menimpa Habib Rizieq Shihab karena bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang terindikasi merupakan bendera kelompok radikal yang dilarang pemerintah Arab Saudi ditanggapi juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin.

Novel menduga, dalam kasus Habib Rizieq ini ada campur tangan intelijen hitam yang ingin menumbangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

“Bendera HTI itu rekayasa. Di Indonesia kan kental dengan permainan penguasa,” kata Novel dikutip dari TempoRabu, (7/11).

Novel curiga ada pihak yang telah mendesain masalah ini untuk melemahkan kelompoknya. Menurutnya keterangan resmi FPI akan disampaikan oleh Juru Bicara FPI Munarman nanti.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan pemeriksaan Habib Rizieq Shihab oleh aparat Arab Saudi disebabkan pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis.

Bendera tersebut terpasang pada dinding bagian belakang rumah yang ditinggali Rizieq di Mekkah.

“Bahwa Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama’ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstrimisme,” kata Dubes Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/11).

Karena hal tersebut, tempat tinggal Rizieq di didatangi oleh pihak kepolisian Mekkah pada 5 November 2018 sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Sore harinya pukul 16.00 Rizieq dijemput oleh aparat keamanan lalu dibawa ke kantor polisi untuk proses penyelidikan dan penyidikan. Rizieq ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Mekkah.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis ‘Aamah atau intelijen umum, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada hari Selasa (6/11) sekira pukul 16.00 waktu setempat.

Malam harinya pukul 20.00, dengan didampingi staf KJRI Jeddah, Habib Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan. (red.)