in

Realisasi Investasi di Lombok Utara Capai Rp 600 Miliar

Kepala Disnaker PTSP Lombok Utara Vidi Eka Kusuma

kicknews.today – Meski dalam proses pemulihan pasca bencana, capaian realisasi investasi di Kabupaten Lombok Utara masih normal. Hingga November 2018 ini, tercatat Rp 600 miliar investasi yang telah digelontorkan para investor.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PTSP) Lombok Utara Vidi Eka Kusuma, Selasa (6/10), mengungkapkan bahwa 50 lebih investor yang telah dan akan menanamkan modalnya di Lombok Utara.

“Tidak mempengaruhi sekarang sudah ada Rp 65 triliun nilai investasi, dan yang terealisasi sekitar Rp 600 miliar lebih,” sebutnya.

Dikatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pihaknya ditargetkan dapat merealisasikan investasi setidaknya Rp 1,10 triliun. Menurutnya, target itu akan mampu dicapai sebelum 31 Desember.

“Karena kalau hitung-hitungan, realisasi harus dilihat pas Januari. Baru di sana akan ketahuan apakah melampaui atau tidak. Kita masih punya waktu,” katanya optimis.

Optimisme itu bukan tanpa alasan, sebab Pemerintah Pusat belakangan telah mengeluarkan Online Single Submission (OSS), yakni sebuah sistem mekanisme baru pengurusan izin daring (dalam jaringan) yang terintegrasi ke semua kementerian.

Sistem ini dirasa memudahkan calon-calon investor yang akan melirik potensi daerah, lantaran mereka dapat mengisi data langsung secara online, yang selanjutnya praktis akan diproses untuk mendapat sejumlah izin.

“Nomor Induk Berusaha (NIB) berupa barcode langsung bisa diterima. Lalu izin usaha, izin lokasi, izin lingkungan, dan sertifikasi. Semua ini di kontrol oleh Pemerintah Pusat. Jadi, ketahuan berapa nilai investasinya,” jelas Vidi.

Lebih lanjut dikatakan, guna memudahkan penjaringan dan pengajuan izin secara OSS, pihkanya akan membuat sebuah aplikasi pada tahun 2019 mendatang.

Hal ini dimaksudkan untuk meringkas investor yang telah mendapat izin, merealisasikan nilai investasi, dan titik lokasi.

“Karena kalau dicari satu persatu susah, itu rumit, semua Indonesia. Makanya dengan aplikasi ini, nanti akan memudahkan bisa untuk di Lombok Utara saja misalnya,” ucap dia.

“Kami juga berlakukan komitmen dengan investor. Calon investor yang akan berinvestasi kami beri jangka waktu. Kalau dalam jangka waktu tertentu belum juga memenuhi syarat, maka izinnya akan dicabut,” imbuhnya. (iko)