in

Goa Jepang Peninggalan Perang Dunia II di Gili Trawangan Akan Ditata

Goa Jepang di Gili Trawangan

kicknews.today – Objek wisata baru di Gili Trawangan rupanya akan bertambah. Sebab, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lombok Utara (KLU) segera menata Goa Jepang di pulau eksotik dunia tersebut. Tujuannya untuk menambah kelengkapan opsi bagi wisatawan yang ingin berlibur ke sana.

“Karena semakin banyak objek di suatu destinasi akan semakin lengkap. Jadi tidak hanya pantai dan snorkling saja,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disbudpar KLU Wayan Bratayasa, Selasa (6/10).

“Seperti di Bali itu semua lengkap ada Taman Burung juga, mana ada yang seperti itu di Bali. Nah, kita ingin secepatnya,” imbuhnya.

Rencana tersebut agaknya akan terlaksana pada tahun 2019 mendatang. Pihaknya dalam usulan KUAPPAS APBD 2019 sudah mengajukan anggaran senilai Rp 500 juta. Nominal tersebut nantinya diperuntukan untuk membangun jalan setapak, berugak, hingga fasilitas lain semisal toilet dan lain sebagainya.

“Sudah diajukan ke Bappeda. Tapi karena gili ini adalah wilayah strategis provinsi, nanti provinsi akan masuk untuk bangun toilet portablenya,” katanya.

Menurutnya, menilik potensi Goa Jepang setinggi kurang lebih 3 meter dan tak jauh dari makam. Pihaknya melihat akan sangat bagus jika nantinya dikomersilkan dan kemudian dikelola secara langsung oleh pemerintah. Pasalnya, goa ini diyakini menjadi lokasi tentara Jepang melakukan pengeboman ke arah Pulau Bali saat perang dunia ke II.

“Fasilitas itu dibangun untuk masyarakat bukan wisatawan, agar memfasilitasi mereka bergerak dibidang industri pariwisata. Dengan begini diharapkan bisa terbantu usahanya untuk peningkatan perekonomian,” jelasnya.

Menyangkut penataan destinasi lain Disbudpar, lanjutnya, terus mengevaluasi mana-mana destinasi yang akan ditata. Khusus di Gili Trawangan sendiri, sejumlah fasilitas pendukung juga akan dilengkapi. Hal ini sejalan dengan akan rampungnya pengerjaan jalan atau jalur pedestrian oleh Dinas PUPR Lombok Utara sepanjang dua kilometer lebih.

“Kalau itu (untuk penataan destinasi lain-red) pasti. Di Gili Trawangan polanya keroyokan setelah PU masuk, baru kita akan masuk, mungkin nanti dinas lain seperti LH juga akan tunjang dengan taman dan lain-lain,” pungkasnya.(iko)