in ,

Sasak Seafood, Pilihan Restoran Baru Rasa ‘Nge-Kick’ di Batu Layar Senggigi

Ibu Sukma (tengah) bersama anak-anak muda yang bekerja di Restoran Sasak

kicknews.today – Sebuah pilihan restoran baru dibuka di Senggigi, Lombok Barat yang mengusung konsep kuliner khas sasak, digabungkan dengan kelezatan cita rasa seafood segar, mulai dibuka pada 10 November 2018 mendatang, bertepatan dengan Hari Pahlawan untuk menjadi tonggak kebangkitan pariwisata kuliner Lombok.

Restoran ini berada di jalur utama jalan menuju destinasi wisata Senggigi, di pinggir pantai. Hanya berjarak sekitar 5 Kilometer dari pusat Kota Mataram.

Menyajikan masakan khas sasak yang dikenal berani dalam bumbu-bumbu pedas yang ‘nge-kick’, dengan menu seafood seperti ikan, udang, cumi, lobster sampai kerang, semuanya segar dan diambil dari nelayan-nelayan lokal di sekitar lokasi.

Hal ini membuat semua menu di restoran ini enak, namun harganya tetap terjangkau dibalut dengan suasana restoran yang asri di pinggir pantai, apalagi ditambah dengan pemandangan matahari tenggelam di balik senja Gunung Agung.

”Menu andalan di restoran kami ialah ikan bumbu Rajang. Kepiting asam manis. Tapi tidak mengurangi enaknya masakan seafood lain karena semuanya kita pastikan bahan bakunya fresh,”kata Ibu Sukma, pemilik retoran ini, Senin (5/11).

Ibu Sukma selain bergelut dalam bisnis retoran yang sudah berpengalaman dalam bidang kuliner, dia  juga aktif sebagai aktivis dalam Lembaga pemberdayaan nelayan NTB yang terafiliasi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

“Akibat gempa kemarin banyak anak-anak muda produktif yang tidak bekerja lagi. Semoga di sini kita bisa sama-sama mulai bekerja untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Karena berada di lokasi pariwisata, target pasar Ibu Sukma tentunya ialah para wisatawan baik domestik ataupun mancanegara yang ingin merasakan kuliner khas sasak sambal menikmati pemandangan pantai di Lombok.

“Untuk masyarakat lokal juga silahkan, harga di tempat kami terjangkau dengan rasa masakan kampung yang tentu sangat akrab dengan lidah kita orang-orang Lombok,” pungkasnya. (red.)