in

Mendaki ke Rinjani, ini Jalur Resmi yang Dibuka TNGR Pasca Gempa

Wakil Bupati Lombok Tengah saat membuka Rakor pembukaan jalur pendakian Aik Berik

kicknews.today – Beberapa titik jalur pendakian ke Gunung Rinjani yang biasanya dilalui para pendaki, untuk sementara ditutup karena longsor akibat bencana gempabumi beruntun beberapa waktu lalu. Setelah melakukan beberapa survei, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan membuka jalur alternatif baru untuk para pendaki.

“Jalur pendakian menuju Gunung Rinjani dari Desa Aik Berik akan mulai dibuka tanggal 7 November 2018 mendatang,” kata Kepala Balai TNGR Lombok Sudiyona, Kamis (1/11), saat rapat koordinasi persiapan pembukaan jalur pendakian Aik Berik, di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Lombok Tengah.

Dikatakan, dari hasil survei pascagempa yang dilakukan terhadap empat jalur resmi milik TNGR, yakni jalur pendakian Senaru, Sembalu, Aik berik, dan jalur pendakian Kokok Putek. Hanya jalur pendakian Desa Aik Berik yang dapat dibuka.

“Jalur pendakian yang paling memungkinkan untuk dibuka itu adalah jalur Aik Berik, meskipun tidak sampai segara anak,” jelasnya.

“Semua jalur menuju segara anak mengalami longsor,” imbuhnya.

Karena itu pihaknya berharap adanya kerjasama pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk mendukung pembukaan jalur pendakian Desa Aik Berik tersebut.

“Jalur pendakian Aik Berik ini pengunjungnya terendah, sehingga promosi jalur ini harus lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri mengatakan, pembukaan jalur Aik Berik merupakan peluang yang sangat besar bagi masyarakat, khusus di wilayah utara Lombok Tengah.

“Semua persiapan pembuka jalur pendakian ini harus tuntas,” tandasnya.

Menurut informasi, lanjut Pathul, secara teknis kawasan jalur pendakian Aik Berik menuju Gunung Rinjani merupakan yang terbaik, sehingga dirinya berharap semua pihak harus mendukung pembukaan jalur pendakian tersebut.

“Kebersamaan dan kesanggupan masyarakat yang paling utama dalam hal menjaga keamanan,” ujarnya.

“Fasilitas lainnya seperti tempat ibadah, air, pengelolaan sampah, wifi, dan awiq-awiq juga harus dipersiapkan dengan baik,” pungkasnya. (Ade)