in

Ribuan Warganet Kirim Petisi Selamatkan Hutan ke Gubernur NTB

Ilustrasi pembakaran hutan

kicknews.today – Ribuan warganet membubuhkan tanda tangan untuk petisi menyelamatkan hutan NTB yang semakin hancur. Gerakan warganet diinisiasi aktivis Mahasiswa Satria Madisa ini,  setidaknya telah mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan yang mengkhawatirkan hal sama.

Melalui situs petisi change.org, Satria Madisa mengajak warganet menandatangani petisi mendesak Gubernur NTB, melakukan langkah kongkrit penyelamatan hutan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Petisi yang dilepas tujuh hari lalu dan berhasil menarik simpati 1.268 netizen dengan menandatangani petisi.

“Alhamdulillah petisi itu sudah berjalan satu minggu, giat ini kita bangun bersama berbagai elemen aktivis di NTB,” ungkap Satria Madisa kepada kicknews.today, Rabu (31/10).

Langkah ini sebagai cara lain menggugah pemerintah dan masyarakat. Karena jika terus dibiarkan,  menurut dia, ancaman paling dekat adalah banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

“Dari keseluruhan hutan NTB hanya 30 persen yang perawan. Ini mengerikan dan berbahaya. Ancaman paling dekat itu banjir. Kalau kita runut kejadian tahun 2016 dan 2017, banjir bandang melanda Pulau Sumbawa,” ujarnya.

Titik hutan yang tercatat telah rusak seperti di Kabupaten Bima yakni hutan Donggo, Parado, Langgudu, Wera, Lambitu, Wawo. Sementara di Kabupaten Dompu disebutkan hampir merata.

Gubernur NTB Dr.  Zulkieflimansyah didorong melakukan segera melakukan  upaya kongkrit, sebagai solusi penghijauan kembali hutan di NTB. Dinas Kehutanan dan lingkungan Hidup dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Propinsi maupun kabupaten Kota, diminta tidak diam.

Dorongan lain agar dilakukan upaya terus menerus untuk menyadarkan masyarakat sehingga tidak membabat hutan jika ingin berladang.

Didorong juga penegakan hukum yang tegas,  tidak saja kepada masyarakat yang berladang tapi juga kepada mafia kayu.

Satria berharap warga net terus membantu mendorong upaya masif ini dengan tanda tangan petisi di situs change.org. (rif)