in

Mustasyar PBNU Silaturrahmi di Ponpes Syeikh Zainuddin NW NTB

KH. Ma'ruf Amin foto bersama saat silaturrahmi di Ponpes Syeikh Zainuddin NW Anjani

kicknews.today – Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin yang telah ditetapkan sebagai calon Wakil Presiden RI periode 2019-2024 mendampingi Ir. Joko Widodo, Jumat (26/10), bersilaturrahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Syeikh Zainuddin NW Anjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kehadiran Mustasyar PBNU yang akrab dengan sapaan Kiyai Ma’ruf bersama rombongan, disambut Ketua Umum PBNW, Dr. (HC) Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Majid dan Ketua PWNW NTB, Tuan Guru Bajang KH. Zainuddin Atsni, Dewan Masyaikhul Ma’had DQH NW Anjani, dan puluhan tuan guru pimpinan pondok pesantren se-Pulau Lombok beserta ribuan santri.

Dalam sambutannya, TGB. Atsani mengajak keluarga besar Ponpes Syeikh Zainuddin NW Anjani dan warga NW NTB, berjuang dan bersatu mendukung ulama untuk memimpin NKRI.

“Sebagai kaum santri, ayo kita dukung Kiyai Ma’ruf sebagai Wakil Presiden RI 2019 mendatang,” katanya yang disambut takbir hadirin.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum PBNW, Hj. Siti Raihanun ZAM, atas nama PBNW mengajak semua pengurus NW se-Indonesia, untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang.

Sementara Kiyai Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengungkapkan kekagumannya kepada Pendiri NW, Maulanasyeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, sebagai ulama sekaligus pahlawan yang ikut berjuang merebut kemerdekaan.

Dikatakan, Tuan Guru Zainudin adalah ulama yang memiliki tanggungjawab besar dan komitmen tinggi, dalam memajukan Islam dan bangsa.

“Peran ulama adalah melanjutkan perjuangan para nabi untuk memperjuangkan agama Islam. Itulah yang dilakukan oleh Maulanasyeikh, dengan cara membangun pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia ini dengan menanamkan nilai-nilai agama,” ungkap Cawapres pasangan nomor urut 1 ini.

Demikian juga peranan dalam membangun bangsa sangat besar. Hal ini terlihat dengan mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan yang memiliki arti pergerakan tanah air.

Lebih jauh Kiyai Ma’ruf memaparkan, pesantren bersama kiyai dan santrinya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dimana peranan kiyai bersama santrinya sangat besar dalam perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sehingga memunculkan istilah ‘Resolusi Jihad’ yang dilakukan santri di Surabaya, untuk mengusir para penjajah yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Karena itu, lanjutnya, kiyai dan santri harus ambil bagian dalam keikutsertaan membangun bangsa tercinta.

“Sekarang ini adalah zaman santri now yaitu santri yang memiliki multidisiplin ilmu, yang akan digunakan menangkal berbagai tantangan dalam era teknologi dan globalisasi yang sangat pesat, ucapnya.

“Santri harus mencari solusi untuk melakukan dan mensolusikan problem-problem kekinian yang muncul sekarang,” lanjutnya.

Santri juga harus mampu menjaga ketauhidan dari berbagai rongrongan dan fitnah yang terus berdatangan, termasuk santri Nahdlatul Wathan yang berhaluan Ahlusunnah wal jamaah, juga harus tetap terjaga dari paham-paham sekuler.

“Kita patut bersyukur setelah 70 tahun lebih merdeka baru ada Hari Santri Nasional, yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo di awal tahun pemerintahanya, empat tahun lalu. Ini artinya Jokowi cinta ulama dan santri, ujarnya.

“Terima kasih Pak Presiden Joko Widodo, telah menetapkan hari santri,” ucapnya.

Kiyai Maruf kembali mengingatkan peran kiyai dan santri yang merupakan tanggungjawab moral, sebab telah ikut mendirikan pondasi NKRI.

“Nah kalau sekarang saya dipilih oleh Jokowi untuk mendampingi memimpin negara, kembali Jokowi menunjukan rasa cintanya kepada kiyai dan santri. Dan ini adalah kesempatan kiyai dan kantri ikut terlibat langsung membangun bangsa, sesuai ajaran Islam yang dikaji melalui Alquran, Alhadits, dan kitab- kitab para ulama,” tegasnya.

Saatnya ulama harus mengambil peran dalam negara RI, lanjut Kiyai Ma’ruf. Santri harus punya optimisme tinggi, jangan merasa diri kecil.

InsyaAllah, kalau berhasil (jadi Wakil Presiden), saya akan membantu Pak Jokowi membangun ekonomi keummatan, menghilangkan kesenjangan sosial dan sebagainya,” pungkasnya.

Usai acara, Cawapres KH. Ma’ruf Amin mengukuhkan terbentuknya Relawan Indonesia Satu (Jokowi-Maruf Amin). (ir)

Tinggalkan Balasan