in

Maling di Toko Bekas Majikan Buat Minum Tuak dan Sabung Ayam, MK Dibekuk

Polisi saat menunjukan barang bukti pencurian

kicknews.today – Polres Mataram, berhasil meringkus pelaku Pencurian dan Pemberatan (Curat) berinisial MK (21), yang berasal dari Desa Langko Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Penangkapan berawal dari adanya laporan korban Mohammad Awaludin Ibrahim (42) di Presak Barat Kelurahan Pagutan Mataram.

Pelaku diringkus satuan Tim Resmob 701 Polres Mataram, di Dusun Kecengkok Desa Langko Kecamatan Lingsar Lobar di sebuah tempat minum tuak.

“Tiba di lokasi kita berhasil mengamankan pelaku MK, setelah di introgasi pelaku tidak berkelit tidak mau mengaku, tidak menyerah dengan sabar Tim tetap mengintrogasinya secara intensif akhrinya pelaku mengakui,” kata Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah. SIK, Jum’at (26/10).

Lebih lanjut dijelaskan, pelaku sudah mengakui segala perbuatannya setelah dilakukan introgasi.

“Pelaku melakukan Curat seorang diri di TKP dengan menggunakan motor Beat secara bertahap yaitu awalnya mengambil 2 dus Gelas merk ABC, selang beberapa hari kemudian mengambil 2 unit Speaker 18, yang dijual ke temannya inisial “MH” seharga Rp.300 dan terakhir mengambil 3 unit Power Amplifier yang kemudian digadai ke tetangganya 2 juta,” ungkapnya.

Diterangkan juga, uang hasil kejahatannya tersebut digunakan untuk berjudi sabung ayam.

Pelaku masuk ke dalam TKP tenyata menggunakan kunci asli karena dia pernah bekerja di toko tersebut.

“Dari pengakuannya pelaku pernah bekerja disitu, kemudian berhenti tanpa pamit pada korban, bahkan kita introgasi yang ada di sekitar ruko pernah melihat ada orang yang masuk membawa keluar barang-barang didalam ruko,” ungkapnya.

Berikut barang bukti yang sudah di amankan 3 unit Amplifier merk SoundQueen (SQ), warna hitam, 1 unit TV LID merk Samsung  43 in, warna hitam dan 1 unit Gennset, warna kuning hitam, 7500 watt. Sementara barang bukti lain masih dikembangkan.

Kerugian korban diperkirakan hingga senilai 40 juta rupiah.

Atas perbuatanya itu, kini pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan anacaman hukuman 7 tahun penjara. (rif)