in

Sampai Den Haag Syifa Ditanya Bagaimana Kondisi Lombok Sekarang..?

Syifa Bersama para delegasi Jepang memamerkan kartu pos dengan foto-foto wisata Lombok

kicknews.today – Sedikitnya 193 negara turut ambil bagian dalam acara One Young World (OYW) 2018. Tahun ini Indonesia diwakili oleh Siti Syifaún Nufus dari Lombok, NTB. Ia adalah mahasiswi pascasarjana Universitas Mataram bersama rekannya, Margiata Surahman asal Jakarta. Di antara 1.878 pemimpin muda itu, keduanya ikut menyuarakan inovasi dan kegiatan mereka dari Indonesia.

Acara tersebut dilaksanakan di The Hague, sebuah kota di Den Haag, Belanda dengan julukan International City of Peace and Justice atau kota internasional dengan kedamaian dan keadilan. Mereka berangkat ke Belanda setelah melewati proses seleksi ketat sejak awal tahun 2018.

Pembukaan acara dilaksanakan di Peace Palace, istana keadilan dan pusat hukum internasional yang menjadi simbol kota Den Haag. Acara pembukaan berlangsung sangat meriah pada tanggal 17 Oktober 2018 dan dibuka langsung oleh Ratu Maxíma.

Acara pembukaan juga dimeriakan dengan parade bendera 193 negara yang berpartisipasi dan para delegasi menggunakan pakaian tradisional mereka. Delegasi Indonesia, Syifa, dengan bangga menggunakan pakaian Lambung dalam acara tersebut.

“Saya bangga dengan budaya Indonesia, khususnya budaya Lombok. Hari ini saya menggunakan pakaian adat lambung dan memperkenalkan budaya Lombok-Indonesia kepada dunia,” ungkapnya.

Dalam pidato pembukaannya, Queen Maxíma berharap konferensi ini dapat memberikan inspirasi, kebijaksanaan dan ketekunan untuk semua tugas yang akan dijalankan.

Turut memberikan pidato juga Walikota The Hague, Pauline Krikke, Professor Muhammad Yunus, Pendiri Bank Grameen dan peraih nobel perdamaian Tawakkol Karman, peraih nobel perdamaian tahun 2011 Sigrid Kaag, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pengembangan Bisnis Belanda dan Bob Geldof, musisi internasional dan aktivis kemanusiaan.

Syifa yang dihubungi via pesan elektronik menceritakan, itu adalah acara bergengsi yang mempertemukan pemimpin-pemimpin muda dunia. Dalam forum tersebut Syifa mengaku berbicara tentang perjuangannya melindungi anak-anak dan kaum muda dari bahaya Industri rokok.

Ia memulai banyak kegiatan sejak tahun 2016. Mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, peningkatan kapasitas guru dan siswa di sekolah, menginisiasi aksi kreatif di masing-masing sekolah dampingan, penurunan dan penggantian spanduk iklan rokok di sekitar sekolah, deklarasi sekolah sebagai kawasan tanpa rokok, dan aksi kreatif serta deklarasi anak muda Mataram menolak menjadi target industri rokok.

“Saya memulai kegiatan dan advokasi sejak 2016 hingga saat ini, Bersama Gagas Foundation dan bekerjasama dengan 30 sekolah di Kota Mataram, kami masih terus bergerak untuk melindungi anak dan kaum muda dari bahaya rokok,” jelasnya.

Ia juga bercerita bahwa dalam tiap kesempatan selama kegiatan OYW di Belanda ia berusaha untuk terus memperkenalkan Lombok kepada dunia.

“Kemarin saya makan siang satu meja bersama delegasi dari Jepang, saya bercerita banyak tentang Lombok terutama tentang wisatanya. Saya juga menjelaskan bahwa kondisi Lombok saat ini sudah semakin baik dan berusaha bangkit pasca gempa. Mereka terkejut ketika mengetahui bahwa saya berasal dari Lombok, karena mereka tahu bencana yang menimpa Lombok,” kenang Syifa.

“Sebelum berangkat saya sempatkan diri untuk mencetak puluhan kartu pos dengan foto-foto wisata Lombok, lalu saya bagikan kepada mereka yang berasal dari beberapa negara. Mereka kagum dengan keindahan Lombok dan Indonesia, bahkan ada dari mereka yang siap ke Lombok akhir tahun ini”, sambungnya.

Dia juga bercerita bahwa selama di Belanda ia banyak bertemu dengan orang Indonesia. Saat mengetahui bahwa Syifa berasal dari Lombok mereka pasti selalu bertanya bagaimana kondisi Lombok saat ini. Dia menjelaskan dan berusaha meyakinkan bahwa kondisi Lombok berangsur-angsur membaik dan berusaha berbenah untuk bangkit kembali.

Di akhir ceritanya ia menyampaikan salam hangat dari Belanda yang saat ini mulai dingin untuk anak muda Lombok dan Indonesia, “Semangat untuk semua anak muda Lombok-Indonesia,” pesannya. (red)