in

Satu Anggota DPRD Lombok Tengah Hasil PAW Dilantik

Pelantikan Isro KM SH sebagai anggota DPRD Lombok Tengah

kicknews.today – Merujuk dari SK Gubernur NTB, akhirnya Isro KM SH dilantik ketua DPRD Loteng. Senin (22/10), di ruang sidang Rapat Utama DPRD Loteng, acara Rapat Paripurna pengucapan sumpah janji anggota DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019 berjalan khidmat.

Ketua DPRD Loteng, H Akhmad Puadi menyatakan, agenda pengambilan sumpah salah satu anggota DPRD ini dilakukan sesuai ketentuan UU No 23 tahun 2017 tentang pemerintahan daerah khususnya pasal 1 ayat 6 yakni sebelum PAW Haruslah anggota DPRD yang PAW diambil sumpahnya. Agenda ini juga di gelar merujuk SK Gubernur NTB tentang PAW Legewarman dari Partai Bulan Bintang (PBB).

“Pemberhentian Legewarman sendiri merujuk dari SK Gubernur NTB nomor 171.3-706,” ujarnya.

Sementara untuk penggantian dan pengangkatan Isro KM SH menyelesaikan sisa masa jabatan hingga tahun 2019 nanti merujuk dari SK Gubernur Nomor 171.2-707. Dimana SK Gubernur tersebut diterima sekertariat DPRD Loteng pada tanggal 5 Oktober dan langsung berlaku.

“Sejak SK tersebut keluar dan langsung berlaku, ” jelasnya

Sementara itu, Wakil Bupati Loteng, HL Pathul Bahri mengatakan, kepada anggota DPRD yang lantik dan angkat sumpahnya agar segera menyesuaikan diri dalam mengembangkan amanah rakyat. Pihaknya berharap juga agar anggota dewan yang di lantik mampu sebagai spirit anghota dewan lainnya kedepan.

“Saya mintalah agar jangan lama-lama menyesuaikan diri karena kasian konstituennya nanti,” jelasnya.

Pihaknya sadar anggota dewan manusia biasa seperti masyarakat lainnya yang ada di Loteng. Dalam kontek ini, keberadaan anggota dewan haruslah di lihat dalam dua hal yakni tentunya semua aspirasi rakyat tidak bisa direalisasikan semua dan anggota dewan haruslah menjalankan kinerjanya sesuai fungsi pokoknya.

“Haruslah aspirasi kebutuhan masyarakat utama yang garus di kedepankan,” ujarnya

Sebagai wakil Rakyat, Isro juga diminta mampu menjaga integritas sebagai wakil rakyat. Tentunya sikap anarkis agar selalu dihindari dalam menjalankan tugas fungsi pokok sebagai anghota dewan.

“Merajut kebersamaan dalam mengelola kekuasaan untuk kepentingan yang lebih besar itu yang utama,” ujarnya.

Kendati di tahun ini merupakan tahun politim dimana tahun 2019 akan ada pemilihan anghota DPRD. Anggota dewan diminta untuk fokus dan terus mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap program yang di telurkan nanti. Dan diminta agar terus mengedepankan kebersamaan dalam menyelesaikan setiap persoalan daerah yang muncul. (Ade)