in

Presiden Jokowi Minta Uang Bantuan Gempa Bisa Dipertanggungjawabkan

Presiden Jokowi usai melaksanakan solat di Masjid Sumbawa Barat

kicknews.today – Presiden Jokowi disambut hangat oleh masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam rangkaian kunjungan kerjanya menuju NTB hari ini, Kamis (18/10).

Menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI AU, dari Bandara Lombok presiden terbang menuju KSB siang tadi usai menggelar rapat koordinasi di ruang VIP Bandara Lombok tentang percepatan pencairan bantuan dana korban gempa dan percepatan masa kekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana.

Dalam sambutannya di hadapan warga Taliwang, KSB, Presiden mengatakan kalau Indonesia selain merupakan negara yang berbhineka dan kaya akan budaya juga adat istiadat, Indonesia juga berada di kawasan ring of fire atau cincin api dunia.

“Negara kita diberi anugerah oleh Allah SWT beragam, namun kita juga berada di kawasan cincin api. Kita berada di kawasan garis-garis gempa bumi,” katanya.

Oleh sebab itu kata presiden, Indonesia sudah memiliki sejarah sejarah bencana yang panjang seperti tsunami di Aceh dan Gempa di beberapa tempat seperti Padang, Jogja, NTB, Donggala dan beberapa tempat lain.

“Hal itu yang harus kita sadari. Gempa sudah sering kita hadapi. Mari kita bersama-sama memahami mengenai alam kita ini,” katanya.

Bantuan dari pemerintah pusat untuk situasi-situasi tersebut akan terus dilakukan. Dijelsakan presiden, jumlah bantuan itu nilainyapun tidak hanya pada angka juta maupun miliar rupiah, tetapi sampai triliunan rupiah.

“Itu jumlah uang yang sangat besar sekali, dan uang itu harus ada pertanggungjawabannya. Menterinya harus tanggungjawab, BNPB harus tanggung jawab, Gubernur dan Bupati harus juga tanggung jawab karena ini adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Bantuan untuk korban gempa ini secara pertanggungjawaban diakui presiden sangat berbelit-belit sehingga aharus melawati 17 prosedur.

“Oleh sebab itu minggu yang lalu kita rapat lagi, bahwa prosedur yang 17 itu yang ruet sekali itu kita sederhanakan menjadi satu prosedur,” jelasnya diikuti riuh tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Dikatakan presiden, perbaikan akan dilakukan masyarakat bersama-sama dengan kelombok masyarakat (Pokmas).

“saya akan ikuti nanti dari istana, saya lihat bagaimana pencairannya. Sehingga tepat uang itu untuk membangun rumah,” paparnya.

Sedangkan bagi yang belum mendapat pencairan, lanjut Presiden, akan segera dilakukan verifikasi agar segera juga mendapat bantuan.

“Ini yang jadi korban gempa tidak seribu dua ribu, tapi sudah ratusan ribu. Di sini, di Palu dan Donggala sehingga kita kan atur tahapan-tahapannya sehingga bisa berjalan dengan baik. Tetapi kita berharap agar uang yang sudah ditransfer segera bisa dicairkan dan dipakai untuk membangun rumah,” kata Presiden. (awi-red.)