in

Dari 3 Miliar,Uang Donasi yang Dikelola Pemda KLU Sisa Rp 1,2 Miliar 

Saat Sidak Dilakukan DPRD Lombok Utara Terkait Dana Donasi Gempa

kicknews.today – Uang donasi yang masuk ke rekening Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tersisa kurang dari Rp 1,2 miliar. Hal ini terungkap saat Komisi I DPRD Lombok Utara melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kantor sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara, Kamis (18/10).

“Penjelasan dari Sekban (Sekretaris Badan) karena dia baru di sana, saldo awal sekitar Rp 3 miliar dan saldo akhir terdapat Rp 1,2 miliar. Ini sepengetahuan dia sebelum membeli peralatan dan sebagainya,” ungkap Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto ditemui usai Sidak.

Uang donasi dari para dermawan ini notabene langsung masuk ke rekening Pemda. BPBD ditunjuk sebagai pengelola uang tersebut untuk mendistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana melalui pembelian sembako dan lain-lain. Berdasarkan pengakuan yang didapat Ardianto, BPBD telah mengalokasikan uang guna membeli sejumlah kebutuhan.

“Uang itu katanya dialokasikan untuk membeli beras, tandon air, alat pertukangan, seng, triplek bahan untuk huntara, logistik, dan operasional. Artinya sekarang bisa dibawah Rp 1,2 miliar,” sebutnya.

Hanya saja, belakangan muncul rekening koran yang menerangkan jika nomimal yang telah masuk ke kas pemerintah yakni Rp 7 miliar. Dari total uang tersebut pemerintah mengalokasikan kurang lebih Rp 3 miliar untuk membeli kebutuhan dan menyisakan kurang lebih Rp 4 miliar di rekening daerah. Maka dari itu, politisi Hanura inipun mencoba mengklarifikasi mengenai isu tersebut.

“Ketika kami konfirmasi soal rekening koran dia (Sekban) menapik, katanya bukan Rp 7 miliar tetapi jumlahnya Rp 1 Miliar. Ini kita akan kroscek kembali ke Bank NTB dari sana bisa diketahui sumbernya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ardianto mengatakan hasil daripada sidak akan diteruskan ke Komisi III selaku teknis untuk menindaklanjuti temuan data. Komisi III diharapkan mampu mengorek informasi lebih spesifik kaitan berapa nominal secara lengkap untuk pembelian seluruh kebutuhan dari uang donasi itu.

“Nanti data ini kita berikan ke Komisi III untuk tindaklanjuti. Karena Komisi III sampai sekarang masih belum punya data ini dan bertemu dengan Kepala BPBD. Kita harap bisa ketahuan berapa yang dibelanjakan untuk membeli beras, alat pertukangan, dan lain-lain,” pungkasnya.(iko)