in

Tarif Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Mahal? Ini Kata DPMPTSP Lobar…

Kepala DPMPTSP Lobar Ir. H Dulahir

kicknews.today – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Barat menanggapi desas desus kalau sejumlah pengusaha hotel dan hiburan mengeluhkan tingginya tarif Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (ITPMB) sebesar 25 persen, karena dinilai memberatkan mereka.

Sedangkan DPMPTSP Lombok Barat menilai besaran tarif yang ditarik Pemda tersebut sama sekali tak memberatkan para pengusaha.

Kepala DPMPTSP Lobar Ir. H Dulahir kepada saat ditemui kicknews.today, Sabtu (13/10) di ruang kerjanya menjelaskan tarif ITPMB ini sudah berlaku sejak setahun lalu dan tidak ada masalah.

“Setelah kami melakukan peninjauan lapangan tidak ada pengusaha yang keberatan, mereka terima saat membayar pajak,” katanya.

Selain itu, dengan tarif ini penjualan minuman beralkohol bisa dikontrol Pemda, sehingga tidak jor-joran untuk penjualan minuman beralkohol.

Lebih lanjut H. Dulahir mengatakan hasil peninjauan lapangan, tidak ada pengusaha yang keberatan atas tarif ini, bahkan ketika pembayaran tidak ada yang keberatan.

Saat awal pemberlakuan tarif pajak sesuai aturan Perda tersebut diakuinya memang sempat menuai keluhan, namun setelah dilakukan pendekatan dan penjelasan kepada para pengusaha, akhirnya mereka bisa menerima.

“Tarif ini memang murah, tarifnya hanya dipungut Rp 30 juta untuk restoran, hotel Rp 50 juta sedangkan tempat hiburan Rp 75 juta. Itupun hanya ditarik 3 tahun sekali, sesuai masa berlaku izin tersebut. Itu sangat murah sekali,” jelasnya. (ir)