in

Nasib Satwa di Lombok Elephant Park saat Diguncang Gempabumi

Dua wisatawan saat mengunjungi LEP usai gempa Lombok

kicknews.today – Lombok Elephant Park (LEP) yang merupakan satu-satunya kebun binatang di Pulau Lombok, yang berlokasi di Dusun Tembobor Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung sepertinya terlepas dari kamera media, saat dahsyatnya bencana gempabumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) melanda, khususnya di wilayah terdampak paling parah, Lombok Utara beberapa waktu lalu.

Owner LEP, I Ketut Suadika saat ditemui, Senin (15/10), panjang-lebar mengungkapkan kondisi satwa peliharaannya saat bencana terjadi.

Dia menuturkan, malam sesaat setelah diguncang gempa, satwa di sana (khususnya burung) sebagian lepas dari kandang. Namun tidak demikian halnya dengan gajah yang hanya mengaum seakan ketakutan.

“Mereka sama seperti kita, mungkin kaget. Tapi itu cuma sebentar, setelahnya normal lagi. Untuk jenis burung memang ada yang terbang karena refleks, tetapi setelah dua hari mereka kembali ke sini lagi,” tuturnya.

Dikatakan, disaat seluruh karyawan sibuk menyelamatkan diri, berlari menuju lokasi tinggi, dirinya dan istri langsung mendekat ke arah kandang. Ia memastikan keselamatan 195 satwa dengan 52 spesies yang dipeliharanya. Hanya saja, lantaran semua masyarakat tengah kolaps dirinya sempat binggung mencari makanan untuk satwa-satwa itu.

“Kita langsung kumpulkan semua satwa di sini jadi satu. Yang kita pikirkan, gimana caranya kasih makan semua binatang ini, karena kan semua tutup. Itu saja yang saya pikirin,” katanya.

Untung saja, setelah dua hari bertahan dengan stok makanan seadanya, satwa itu mendapat bantuan dari berbagai lembaga, diantaranya dari Taman Safari, Perkumpulan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), Gembira Loka Zoo Yogyakarta. Kesemuanya datang sebagai relawan hanya untuk memastikan kondisi satwa di sana tetap terurus.

“Banyak di sini langsung nge-camp, mereka sampai tiga minggu stay. Kami buat berbagai divisi, ada yang perhatikan makannya, kesehatan, dan lain-lain. Merak langsung bantu kirim berton-ton untuk makanan hewan saja,” jelasnya.

Kondisi kebun binatang pertama di NTB bahkan di Indonesia bagian timur ini, bukannya tak kena imbas bencana gempa. Sejumlah bangunan terpantau retak akibat guncangan.

“Hewan juga merasakan dampaknya, mereka harus di trauma healing juga. Makanya kami langsung isolasi, diajak bermain, dan memberi perhatian ekstra,” terangnya.

Kala itu, lanjut eks Direktur Ombak Group ini, operasional LEP sampai ditutup selama satu bulan. Setelah perbaikan di sana-sini ia pun kembali membuka usahanya itu untuk umum.

“Karena di sini kebanyakan tidak ada bangunan gedung, maka aman saja buat hewan, tapi ada sih beberapa yang rusak dan kita sudah perbaiki,” imbuhnya.

Pihak Lombok Elephant Park ikut pula melakukan trauma healing untuk masyarakat di Dusun Tembobor. Tak hanya itu, bahkan lokasi seluas 3,6 hektar di sana dijadikan sebagai posko pengungsian.

Saat ini LEP telah dibuka lagi untuk umum dengan diskon tiket Rp 50 ribu bagi orang dewasa dan Rp 40 ribu khusus anak-anak. Syaratnya warga yang ingin berkunjung menunjukkan identitas bahwa mereka adalah warga Lombok.

“Tujuannya agar masyarakat trauma healing, kita jual murah, karena pas normal harga tiket Rp 200 ribu untuk dewasa dan anak-anak Rp 150 ribu,” tandasnya. (iko)