in

Maling HP Buat Beli Sabu, Dua Residivis Ini Kembali Diringkus Polres Mataram

Kapolres Mataram saat menunjukan Barang Bukti HP yang diamankan dari pelaku pencurian

kicknews.today – Polres Mataram kembali berhasil meringkus dua pelaku pencurian berinisial S (35) dan H (35). Kedua pelaku tersebut berasal dari Lingkungan Karang Tapen Kecamatan Cakranegara Kota Mataram.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad. SIK, mengatakan pada saat konferensi pers siang tadi, awal mula penangkapan kedua pelaku tersebut dari pengembangan laporan korban. Pelaku ternyata ialah residivis dalam kasus yang sama.

“Dua orang ini pernah ditahan sebelumnya. Bisa disebut ini kategori kejahatan residivis, pencurian dan pemberatan (Curat). Dari uang hasil jualan hp itu dipakai beli sabu-sabu, “ujar Kapolres Mataram, (15/10).

Sementara, Kasat Reskrim Polres Mataram  AKP Kiki Firmansyah. SIK, mengungkapkan setelah diproses oleh Kepolisian, kedua pelaku tersebut mengakui telah mencuri tiga unit Hp milik korban. Pelaku tersebut mengambil barang itu dengan cara memanjat tembok rumah korban.

“Hal itu di akui, pelaku S yang masuk dalam rumah korban sedangkan pelaku H mengawasi dekat pintu rumah, hingga mereka berhasil keluar dari Tempat Kejadian Perkara,” ungkap Kiki.

Lebih Lanjut dia mengatakan, dia bekerjasama dan Tim Resmob 701 bersama masyarakat setempat, pihaknya melalukan penggerebekan ke rumah istri pelaku.

“Sekitar pukul 22.40 wita Tim Resmob menyisir ke daerah karang bagu, dapat info dari warga ternyata pelaku S ini ke rumah istrinya di Karang Baru, akhirnya disitu kita amankan pelaku tanpa perlawanan,” ujarnya.

Sementara pelaku untuk pelaku H, polisi melakukan penggerbegan di rumahnya.

“Penangkapan kita terhadap pelaku tersebut sekitar pukul  02.00 Wita tanpa ada perlawanan juga,” ungkapnya.

Saat ini keduanya sudah mendekam di Rutan Polres Mataram. Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 1 unit Hp Xiomi Redmi 2 pro warna hitam yang disita dari H yang merupakan mantan tahanan Polsek Lingsar. lalu H bertindak sebagai penjual Hp tersebut.

Atas perbuatanya itu, kedua pelaku kini kembali dijerat dengan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Arf)