in ,

Lafal ‘Al Fatihah’ Jokowi Viral, TGB Kutip Hadist: Dia mendapatkan dua pahala

TGH M Zainul Majdi, Tuan Guru Bajang (TGB)

kicknews.today – Pelafalan kata Al-Fatihah jadi Alfatekah Presiden Jokowi Viral di jagat maya saat menghadiri acara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-27 yang digelar di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, Minggu (7/10) lalu banyak dibicarakan warganet.

Padahal saat itu, Presiden Jokowi hendak mengajak masyarakat mendoakan korban bencana di Sulawesi Tengah.

Menanggapi hal tersebut, ulama muda yang sekaligus pernah memimpin NTB sebagai Gubernur dua periode, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang memberikan tanggapannya mengenai kesalahan lafaz sang presiden.

“Apa yang beliau (Jokowi) sampaikan itu sesungguhnya adalah ajakan kebaikan. Sesuatu yang mulia di dalam Islam. Mengajak untuk mendoakan saudara-saudara kita yang wafat, syahid karena gempa dan tsunami,” katanya dalam video yang diunggahnya, Jum’at (12/10).

Dijelaskan dia, di dalam Islam semua ajakan kebaikan diapresiasi oleh Allah dan Rasulnya. Bahkan ketika kita membaca Al Quran lalu kesulitan melafalkan satu huruf atau satu kalimat dengan baik, Rasulullah sudah memberi tuntunan.

Mengutip hadist TGB menjelaskan Orang yang membaca Al Qur’an lalu dia menemukan kesulitan melafalkan dengan fasih, maka dia mendapat dua pahala. pahala membaca Al Quran dan pahala berproses belajar. “Islam sangat menghargai proses yang baik,” ujar TGB.

Dia mengisahkan saat belajar di Mesir, hal tersebut sudah dialaminya dalam hal pelafalan dalam membaca Al Quran. Lafal Yaman atau Mesir pada perbedaan huruf ‘ga’ misalnya yang mengakibatkan kesalahan arti dapat dimaklumi dalam proses itu.

“Jangankan kita sebagai orang Indonesia, bahkan pun orang arab dengan latar belakang yang berbeda-beda sering melafalkan satu huruf dengan lafal yang berbeda-beda,” jelas TGB yang jebolan Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir ini.

Intinya yang ingin disampaikan TGB ialah perbedaan pelafalan yang bukan kerena disengaja tapi memang karena latar belakang pelafalan secara alami itu bukanlah menjadi masalah.

“Yang penting terus belajar dan mendalami Al Quran, maka dalam proses itu InsyaAllah, Allah akan memberi kebaikan,” tutupnya. (red.)

Tinggalkan Balasan