in ,

Warga NU NTB Berduka, TGH Taqiuddin Mansyur Wafat

Ketua PWNU NTB, Drs. TGH. Ahmad Taqiuddin Mansyur, M.Pd.I. (Almarhum)

kicknews.today – “Innalillahi wainnailahi raji’un, telah berpulang ke rahmatullah Ketua PWNU NTB, TGH. Ahmad Taqiuddin Mansyur pagi ini dalam perjalanan ke Rumah Sakit Praya,” demikian kabar duka yang disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (PW IPNU) NTB, Samsul Hadi, Rabu (10/10), melalui pesan singkatnya.

TGH. Ahmad Taqiuddin Masyur merupakan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, yang terpilih pada Konferensi Wilayah (Konferwil) XII PWNU NTB di Ponpes Darunnajah Duman, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat pada 9 hingga 11 Juli 2012.

Dikatakankan, kepulangan Tuan Guru Taqiuddin terjadi secara tiba-tiba, karena tadinya tidak mengalami sakit apa pun.

Informasi terakhir yang berhasil dihimpun kicknews.today, sholat jenazah akan dilaksanakan pada hari ini, Rabu (10/10) di Masjid Bani Abbas, Sangkong Desa Bonder.

Sedangkan pemakaman akan dilaksanakan setelah sholat Ashar berjamaah, di pemakaman keluarga besar Ponpes Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Sangkong.

Tuan Guru Taqiuddin lahir di Dusun Sangkong Desa Bonder Kecataman Praya Barat, Lombok Tengah, pada 17 Agustus 1953.

Selain selaku Ketua PWNU NTB, ia juga merupakan pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Sangkong.

Dalam akun facebook nya, Jumarim Umarmaye, salah satu kader NU yang juga mantan Ketua PMII Mataram mengungkapkan, bahwa sosok Tuan Guru Taqiuddin adalah tokoh NU NTB yang luar biasa.

“Kumengenalmu pada saat aku baru selesai Mapaba PMII tahun 1995 di Aula NU NTB dengan mengendarai motor ceketer merahmu. Pada dirimu, dalam pertemuan pertama sebagai orang tua, sebagai PWNU dan kami anak PMII,” tulis Jumarim, Rabu (10/10).

“Saat itu orasinya di depan senior-senior PMII lainnya begitu mendalam bagiku. NU, PARTAI DAN ORDEBARU. Itulah tema pembicaraannya. Orasi sambil bercengkrama dengan senior lainnya, tapi bagi yang masih yunior dalam organisasi dan dunia akademik, beliau tokoh yagn luar biasa,” lanjutnya.

Selama kepemimpinannya lima tahun terakhir, tulis Jumarim, kami memang fokus merintis Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, dari nol hingga saat ini mau proses akreditasi.

“Berkumpul pakai undangan maupun tidak sering kami lakukan di kediamannya,” kata Jumarim.

Ketika digelar Madrasah Kader Nahldatul Ulama (MKNU) NTB, Jumarim semakin terkesima dengan semangat, kepiawaian, dan ketokohan Tuan Guru Taqiuddin, dalam mengemong dan mengayomi.

“Semoga dengan MKNU ini, muncul lebih banyak temanmu jadi Pengurus NU ke depan,” kata Jumarim menirukan kata-kata Tuan Guru Taqiuddin saat setelah membagikan sertifikat peserta. (djr)