in

Oknum Guru Diringkus Kasus Narkoba, Bupati Lombok Barat Angkat Bicara

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid

kicknews.today – Tertangkapnya seorang oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Narmada, Lombok Barat inisial KE (48) bersama suaminya GN (46) oleh Tim Opsnal Subdit III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB, sangat disesalkan dan memicu reaksi keras Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid.

“Keterlaluan, mestinya sebagai guru ibu ini memberi contoh yang baik kepada orang lain, terutama anak didiknya,” sesal Fauzan, Rabu (10/10).

Menganalisa tingkah polah pelaku seperti yang diberitakan media, Fauzan menduga oknum guru SD itu adalah pemain lama dalam bisnis barang haram, narkoba.

“Bisa jadi bisnis itu jadi pekerjaan pokoknya, guru cuma jadi sampingan,” ucapnya.

Dengan ditangkapnya oknum guru itu, Fauzan mengimbau masyarakat khususnya yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemkab Lombok Barat, agar menjauhi narkoba.

“Jangan sekali-kali kita biarkan fenonena narkoba ini ada di sekitar kita. Saya sudah meminta agar yang bersangkutan ditindak tegas saja,” tegas Fauzan.

Tidak hanya itu, Fauzan berjanji untuk menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam melakukan test urine kepada seluruh ASN di Lombok Barat.

“Kita akan siapkan lagi untuk test urine atau rambut, supaya ASN kita terhindar dari bahaya narkoba. Ini bisa menjadi shock therapy bagi ASN yang mau coba-coba,” ancamnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum guru SD diringkus Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB, sesaat setelah mendapat kiriman narkoba jenis sabu yang diantar seorang kurir untuk dijual di kalangan pelajar.

Pasangan suami-istri (pasutri) itu diringkus di rumahnya Jalan Suranadi Gang Klinik Soka Dusun Nyurlembang Daye Desa Nyurlembang Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Direktur Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Yus Fadilah, SIK., MH., MM., didampingi Kabid Humas AKBP Komang Suartana, SH, SIK., saat konferensi pers pada Selasa 25 September lalu mengungkapkan, pembeli yang dijadikan target adalah kalangan pelajar SMA dan biasanya membeli saat pulang sekolah.

“Kami lihat yang menjadi sasaran konsumen adalah pelajar di atas umur 18 tahun. Saat suami tidak berada di rumahnya, KE yang menjual,” katanya.

Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan saat penangkapan yakni narkoba jenis sabu 1,5 gram, uang tunai Rp 3.800.000 diduga hasil penjualaan barang haram, dengan rincian Rp 1,7 juta dan Rp 1,9 juta ditemukan di bawah bantal dalam tenda, Rp 200 ribu ditemukan dalam kantong celana, serta dua buah handphone. (ir)