Gubernur NTB Tagih Janji Pusat, ini Tanggapan Luhut dan Sri Mulyani

kicknews.today – pada kesempatan kunjungan Managing Director IMF dan Menkopolhukam serta Menteri Keuangan, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. Zulkieflimansyah menagih janji pemerintah pusat untuk korban gempa Lombok – Sumbawa. Dimana, ia meminta agar sejumlah item bantuan segera direalisasikan, khususnya untuk hunian.

Menurut Gubernur NTB, situasi Lombok dan Sumbawa sudah mulai normal. Dengan situasi ini, pihaknya berharap agar pemerintah pusat secepatnya mengambil langkah agar anggaran tepat sesuai target yang dijanjikan. Tentusaja ini terlepas ada bantuan dari pihak luar negeri.

“Saat ini kita akan segera memasuki musim hujan, semoga masyarakat di sini akan segera mendapatkan tempat tinggal yang layak, semoga pemerintah segera mencairkan dana bantuan yang telah di janjikan walaupun gempa di Donggala semakin menambah derita dan beban negara Indonesia,” ujarnya saat mendampingi Managing Director IMF saat berkunjung ke Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat, Senin (8/10).

Sementara Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, tetap akan memberi bantuan. Saat ini pemerintah masih mempersiapkan titik bantuan di masing-masing daerah yang ditimpa musibah.

“kita tidak usah takut, bencana ini tetap kita atasi. IMF merasa terketuk untuk membantu negara Indonesia, untuk pamerintah sendiri akan tetap konsisten membantu Lombok walaupun ada bencana yang terjadi di daerah lain, semoga lombok segera bangkit,” tegasnya.

Sementara Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam kesempatan sama mengungkapkan pemerintah pusat tetap berkomitmen akan membantu seluruh masyarakat yang terkena dampak gempa bumi, baik di Lombok maupun di Sulteng.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah akan tetap membantu masyarat yang tertimpa musibah. Gempa palu dan Lombok tetap menjadi perhatian serius,” jawabnya.

Anggaran sejauh ini sudah di kucurkan 2,1 triliun untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Dengan rincian, bantuan yang rusak berat mendapatkan 50 juta, rusak sedang 25 juta dan rusak ringan 10 juta.

Pemerintah daerah telah melakukan seleksi rumah-rumah yang rusak dan hasilnya telah memperoleh data 23 ribu lebih korban yang akan menerima bantuan. Sistem pencairannya bertahap, untuk tahap pertama sebanyak 6000 orang. (arf).

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat