in , ,

Gempa di Darat tapi Akibatkan Tsunami di Teluk Palu, Begini Penjelasannya…

Kondisi pantai di Kota Palu pasca tsunami

kicknews.today – Gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah kemarin petang, Jum’at (28/9), jam 17.02.44 WIB seketika itu mengakibatkan tsunami dengan terjangan setinggi sekitar 3 meter. Melanda daerah pesisir teluk Palu dan Kota Palu sendiri yang merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Tengah.

Gempa dahsyat tersebut sebelumnya diawali dengan kejadian gempabumi awal dan diikuti oleh serangkaian kejadian gempabumi susulan hingga saat ini.

Dari pantauan titik pusat gempa yang dikeluarkan BMKG, lokasinya berada di 0.18 LS dan 119.85BT dan jarak 26 km dari Utara Donggala Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 km. Titik episentrum gempa tersebut terpantau di darat yang sangat dekat dengan wilayah pantai.

Tidak disangka, ternyata ada hal lain yang terjadi pasca gempa yakni longsor bawah laut di sekitar teluk palu yang kemudian meyebabkan tsunami dengan level tertinggi siaga 0.5m-3m.

“Analisis geologi penyebab gempa 7,7 SR di Sesar Palu Koro diikuti tsunami yang menerjang Kota Palu. Sesar ini sangat aktif bergerak dan melintas Kota Palu. Adanya mekanisme gerak ke atas dan kemungkinan longsor bawah laut menyebabkan tsunami. Para ahli masih melakukan kajian,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (29/9).

Menurutnya, Teluk Palu dan pesisir Donggala memang rawan terjadi tsunami. Hal itu dikatakan dia dari analisis sementara ahli tsunami dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berdasarkan modeling dan kajian sebelumnya bahwa tsunami di Palu disebabkan adanya longsoran bawah laut saat gempa 7,7 SR mengguncang Donggala.

Ada dua skenario yang kemungkinan terjadi pasca gempa yang kemudian menyebabkan tsunami di pesisir teluk palu seperti dijelaskan pada gambar di bawah ini:

Skenario Tsunami Teluk Palu

Hal senada disampaikan juga pakar geologi Dr Didi S Agustawijaya saat dihubungi kicknews.today, Sabtu petang (29/9).

“Dari titik pusat gempa berada di daerah dekat dengan pantai sedang Palu merupakan teluk dan merupakan daerah landaan tsunami,” katanya.

Sementara itu menurut laporan Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG, goncangan gempabumi melanda daerah Kabupaten Donggala. Wilayah di sekitar pusat gempabumi pada umumnya disusun oleh batuan berumur pra Tersier, Tersier dan Kuarter.

Batuan berumur pra Tersier dan Tersier tersebut sebagian telah mengalami pelapukan. Batuan berumur pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter tersebut pada umumnya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated), bersifat memperkuat efek goncangan gempabumi, sehingga rawan terhadap goncangan gempabumi.

Karena peristiwa itu, BMKG dan Kementerian ESDM mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.

Diharapkan juga masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan, yang pada umumnya energinya lebih kecil dari kejadian gempabumi utama. Tim Tanggap Darurat (TTD) Badan Geologi (BG) akan segera diberangkatkan ke lokasi bencana. (red.)