Kisah Rika, Anak 5 Tahun Penderita Kusta Asal Lombok Utara

kicknews.today – Rika Rahayu Tantri, anak perempuan usia delapan tahun yang kini tinggal bersama neneknya Mainah, di Dusun Sesait Pedalaman Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, mengidap tiga penyakit sekaligus.

Rika, menurut penuturan neneknya lahir dalam kondisi sehat. Namun ketika usianya menginjak lima tahun, mulai mengalami kelainan pada kulitnya yakni muncul bercak-bercak merah. Dokter pun memvonis Rika terkena kusta.

Dituturkan, awalnya dia hanya mengidap kusta. Setelah kedua orang tuanya berpisah (cerai), Rika tak lagi diurus oleh mereka. Sejak saat itulah dia di bawah asuhan neneknya dan dua penyakit lainnya muncul, karena sang nenek tak mampu mengupayakan kesembuhannya.

Yah, Rika adalah salah satu anak Lombok yang juga merasakan penderitaan jauh sebelum bencana gempa melanda. Tak hanya karena rasa sakit yang dirasa, tetapi juga keadaan yang membuat Rika maupun neneknya tak bisa berbuat apa-apa.

Kesembuhan Rika pun hanya harapan bagi mereka. Selain kusta, kini Rika juga mengidap malnutrisi dan matanya terancam terkena katarak.

Ilham Ridwan, salah satu relawan di Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kayangan mengatakan, nenek Rika pernah beberapa kali membawanya ke beberapa pelayanan kesehatan, untuk melakukan pengobatan. Itupun karena mendapatkan bantuan dari para tetangga.

“Mulai dari puskesmas hingga rumah sakit besar di Lombok. Namun minimnya kemampuan dana, lagi-lagi tak membuat kesehatan Rika membaik. Kebanyakan proses kesembuhan Rika berhenti di tengah jalan,” ungkap Ilham.

Dikatakan, demi sang cucu nenek Mainah yang sudah renta itu bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu, setidaknya mereka memiliki sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan hidup di gubuk tempatnya berteduh.

Kini rumah satu-satunya tempat Rika dan sang nenek berteduh saat cuaca panas dan derasnya hujan, luluh lanak, hancur, rata dengan tanah setelah Agustus lalu gempa 7,0 Skala Richter (SR) datang, mengguncang serta semakin menambah penderitaan.

Rika dan sang nenek hanya bisa pasrah dan menerima keadaan apa adanya. Mata mereka sudah tak mampu lagi mengeluarkan tetesan air bening ungkapan derita.

Hingga kini, kata Ilham, mereka masih tinggal di tenda pengungsian. Tenda mereka berbentuk bilik seadanya, fondasi batang bamboo, dan berdinding anyaman bilah bambu.

“Hanya dengan satu tempat tidur yang sudah rapuh dan alas seadanya. Tentu itu tidak layak, apalagi di tengah kondisi Rika yang sedang sakit,” tuturnya.

Rabu (27/9), Tim Medis ACT di Lombok mengunjungi tenda Rika dan neneknya. Koordinator Medis ACT dr. Rizal Alimin mengatakan, penyakit kusta sendiri disebabkan bakteri Mycobacterium Leprae.

Bakteri ini tumbuh pesat dan mudah menyerang kulit pada bagian tubuh yang bersuhu lebih dingin, seperti tangan, kaki, lutut, bahkan wajah.

Untuk penanganan pertama, Tim Medis ACT melakukan teknik skin smear atau kerokan kulit dari kepala hingga kaki, untuk membersihkan luka pada kulit Rika.

“Selanjutnya kami akan memberikan obat dan melakukan pendampingan rutin selama dua hari sekali. InsyaAllah, saya sendiri yang akan turun langsung menangani Rika,” kata dr. Rizal.

Sembari proses penanganan dan pengobatan, Tim Medis ACT pun melakukan pendampingan untuk mengatasi malnutrisi yang dialami Rika.

Demikian pula upaya menyembuhkan komplikasi kusta dan katarak, ACT berupaya memenuhi kebutuhan gizi Rika dengan memberikan makanan dan minuman bernutrisi.

InsyaAllah, ACT juga akan membangun rumah sementara yang lebih layak untuk Rika dan neneknya. Rika butuh hunian yang bersih bahkan higienis untuk menghindari penyebaran kustanya,” jelas dr. Rizal. (red)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat