in

Dituding Minta Uang Rp 20 Juta, Ini Penjelasan Panitia Pilkades Mekar Sari

Ketua Panitia Pilkades Mekar Sari Murakip (tengah) saat menunjukkan surat rekomendasi

kicknews.today – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Mekar Sari Kecamatan Pujut Lombok Tengah, yang menuai protes dari pendukung dan bakal calon (balon) kepala desa yang tidk lulus akhirnya angkat bicara.

Sebelumnya diketahui, balon dan pendukung yang tidak lulus melakukan aksi protes, terhadap kinerja Panitia Pilkades yang dinilai tidak bekerja sesuai aturan. Bahkan salah satu balon menuding Ketua Panitia Pilkades pernah meminta uang Rp 20 juta kepada dirinya.

“Saya tidak pernah berbicara masalah uang, dan saya tidak pernah menerima uang seperti apa yang disampaikan di salah satu media online itu,” ujar Ketua Panitia Pilkades Mekar Sari, Murakip kepada wartawan di Praya, Kamis (27/9).

Dijelaskan, dirinya bersama panitia lainnya bekerja sesuai amanah undang-undang, karena semua masyarakat memiliki hak untuk mencalonkan diri. Namun setelah dilakukan verifikasi, hanya ada dua balon yang lulus dan memenuhi syarat dukungan 12 persen.

“Bakal calon yang tidak lulus itu tidak memenuhi syarat sesuai aturan,” jelasnya.

“Masalah tudingan permintaan uang oleh bakal calon itu, saya akan proses secara hukum. Berani berbuat harus berani bertanggungjawab,” tegasnya.

Lebih jauh Murakip membeberkan, para calon yang tidak diluluskan itu karena pada saat perbaikan dukungan KTP, mereka menyerahkan dukungan KTP dari balon yang telah diverifikasi.

Dengan demikian secara  dukungan, KTP perbaikan yang diserahkan itu menjadi tidak memenuhi syarat (TMS).

“Sesuai aturan, syarat dukungan KTP yang sudah diserahkan oleh bakal calon itu tidak bisa ditarik. Sedangkan KTP dukungan yang diserahkan itu adalah dukungan KTP dari bakal calon yang mengundurkan diri,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa persoalan Pilkades Mekar Sari saat ini telah selesai, setelah adanya rekomendasi dari Panitia Pengawas Pilkades Kabupaten, sehingga tahapan Pilkadas Mekar Sari tetap berlanjut sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Saat ini kita mulai melakukan persiapan untuk tahapan pilkades selanjutnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, dari lima balon yang mendaftarkan diri hanya ada dua calon yang lulus dan memenuhi syarat, yakni Azhar dan Zaenudin. Sedangkan tiga calon lainnya yakni Sampurna Winata, Arya Subadri, dan Bukran dinyatakan tidak lulus verifikasi. (Ade)