in

Rumah Korban Gempa di Lombok Barat Dibangun Akhir Minggu ini

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat HL. Winengan saat rapat persiapan TPM (Foto: Ist)

kicknews.today – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, sepakat segera mulai membangun rumah warga yang rusak akibat bencana gempabumi. Hal ini terungkap saat rapat persiapan Tim Pendamping Masyarakat (TPM), Rabu (26/9), di Pendopo Bupati Lombok Barat yang dijadikan kantor sementara.

Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Moh. Taufiq memerintahkan agar proses pembangunan rumah warga segera dilakukan.

“Kita harus segera ‘pecah telur’, jangan terlalu lama, ” kata Sekda yang merangkap selaku Kepala BPBD Lombok Barat.

Istilah pecah telur yang dimaksud H. Taufiq karena sampai hari ini, di Lobar belum satu pun bantuan rumah yang dijanjikan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung diimplementasikan.

“KLU sudah mulai minggu ini, Lotim sudah, kita kapan?,” tanya Taufiq.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat HL. Winengan selaku Koordinator TPM mengakui hal tersebut.

“Kita memang agak lamban, tapi pasti. Saya sendiri menantang segera bangun 10 rumah, bahkan fasilitator minta 50. Tapi RISHA (Rumah Instan Sehat Sederhana, red) nya kan belum siap. Ini kan harus pesan, karena sifatnya pabrikasi,” kata L. Winengan.

Pihaknya berjanji akan melakukan apa yang menjadi keputusan rapat rapat dan akan segera me-launching pembangunan rumah.

“Kita akan segera menindaklanjuti minggu ini. Bisa jadi Sabtu atau Senin,” kata Kepala Bidang Perumahan Ratnawi.

Namun demikian, Ratnawi mengatakan bahwa lambannya pembangunan juga dikarenakan prosedur yang harus dilalui cukup banyak. Tidak hanya sosialisasi dan pembentukan TPM dan Kelompok Masyarakat (Pokmas), tapi juga proses pencairan dan pengerjaanya.

“Yang melaksanakan pembangunan adalah Pokmas. Jadi, dana yang ada di rekening perorangan itu harus ditransfer ke Pokmas. Di Pokmas kan ada ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Jadi mereka yang bernegosiasi dan membangun rumahnya,” terang Ratnawi.

Dikatakannya, persoalan pembangunan pun kerap kali datang dari masyarakat sebagai anggota Pokmas itu sendiri.

“Anggota masyarakat yang ada di satu Pokmas kadang suka berubah. Mereka tidak sepakat bulat, apakah mau membangun Risha atau rumah konvensional,” tuturnya. (ir)