Masih Ada Gempa Susulan, BMKG: Masyarakat Lombok Harus Bangkit

kicknews.today – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan, gempa susulan kemungkinan masih akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan dengan kecendrungan gempa yang semakin melemah secara fluktuatif. Oleh sebab itu, dirinya mengajak masyarakat NTB segera bangkit dari duka gempa.

“Saya berharap masyarakat Lombok dan korban gempa dapat cepat pulih dan bangkit kembali serta mampu beraktivitas seperti semula. Lombok harus segera bangkit,” ungkapnya saat berkeliling sosialisasi kepada masyarakat, Jum’at (10/8).

Dia menjelaskan, bencana alam itu merupakan ujian dari Tuhan agar kehidupan manusia menjadi lebih baik dan kuat, sehingga harus mampu melewati cobaan tersebut.

“Gempabumi, longsor, tsunami, banjir bandang, gunung meletus dan lain sebagainya adalah salah satu ujian dari Tuhan. Saya yakin jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insya Allah kita akan semakin ditinggikan derajatnya dihadapan Allah,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Dwikorita meminta seluruh korban bencana alam agar bersabar untuk menunggu upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah daerah dan pusat.

Diketahui, gempa berkekuatan M = 7.0 SR mengguncang Lombok, Minggu malam (5/8). Pusat gempa diketahui berada di 18 kilometer barat laut Lombok Timur atau pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani, di kedalaman 15 kilometer.

Hingga Jumat (10/8), jumlah korban tewas mencapai 385 orang. Gempa juga menyebabkan 240.595 orang mengungsi.

“Kami tetap menghimbau agar warga tetap tenang namun waspada. BMKG secara terus menerus memantau perkembangan kegempaan ini selama 24 jam dan menginformasikannya kepada masyarakat,” imbuhnya.

Hingga saat ini tercatat telah terjadi 474 gempa susulan dengan jumlah yang dirasakan sebanyak 20 gempa. Gempa terakhir dirasakan pada jam 04.33 WITA sebesar M=4.8 dengan kedalaman 10 KM dengan pusat gempa 8.44 Lintang Selatan dan 116.50 Bujur Timur (10 KM Barat Laut Lombok Timur, NTB).

“Dirasakan di Mataram dan Lombok Timur sebesar 1 SIG BMKG ( II MMI). Yang artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang sementara benda-benda ringan yang digantung akan bergoyang,” paparnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat