Jokowi Didesak Tetapkan Gempa Lombok sebagai Bencana Nasional

kicknews.today – Gempa yang mengguncang Pulau Lombok menelan demikian banyak korban, dan meluluh-lantahkan rumah warga serta fasilitas publik. Untuk itu berbagai kalangan, khususnya DPRD Lombok Barat mendesak Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) atasnama Pemerintah Pusat agar menetapkan menjadi “Bencana Nasional”.

Wakil Ketua DPRD Lobar sekaligus Ketua Forum Peduli Risiko Bencana Lobar Sulhan Mukhlis Ibrahim, menyayangkan pandangan Pemerintah Pusat yang belum mengakui gempa Lombok menjadi bencana nasional.

“Pemerintahan di level provinsi kami betul masih berjalan, namun KLU sudah lumpuh dan kabupaten/kota lainnya di Pulau Lombok sudah tidak normal,” katanya.

Merujuk pada Undang-Undang No. 24 Tahun 2007, bagi Sulhan, bencana gempabumi di Lombok harus dikategorikan bencana nasional.

Ia membandingkan jumlah korban antara gempa Jogja di tahun 2006 yang tidak menelan korban sebbanyak gempa bumi di Lombok.

Demikian pula soal lumpuhnya pemerintahan di tingkat daerah, Sulhan membandingkannya dengan kasus lumpur Lapindo dimana pemerintahan di Sidoarjo masih berjalan efektif.

“Pemerintah Pusat harus hadir dan memperlakukan setiap warga negaranya secara adil. Jangan hanya di gempa tahun 2006 (gempa Jogja, red) justru mereka secara masif memperhatikan,” ujarnya.

Sulhan pesimis Pemkab Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Timur akan mampu menangani masalah bencana ini secara mandiri, tanpa keterlibatan langsung Pemetintah Pusat.

“Kemampuan fiskal kita rendah,” ujarnya.

Menurut Sulhan, bencana gempabumi Pulau Lombok harus dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional.

“Jika ini menjadi bencana nasional, maka jaminan persedian bantuan sejak masa tanggap darurat, peralihan, sampai rekonstruksi, bisa disiapkan melalui APBN. Jadi masyarakat di daerah-daerah ini akan terbantu secara cepat dalam masa recovery,” pungkasnya. (ir)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat