Perintah dan Ayat Perang Pertama Dalam Islam

kicknews.today – Seorang ulama yang juga merupakan pemimpin ummat, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) beberapa waktu lalu menyatakan agar kita semua berhenti mengutip ayat-ayat perang dalam kontestasi politik karena sesuangguhnya semangat yang dipakai dalam politik ialah fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Banyak yang belum memahami tentang kenapa dan bagaimana perintah perang dalam islam muncul untuk pertama kali. Seorang penulis buku tasawuf modern yang juga ilmuan, Agus Mustofa menjelaskan hal ini dalam bukunya yang berjudul “Perlukah Negara Islam”.

Menurut Agus Mustofa, tidak terdapat dalam sejarah sebersit-pun ummat islam memulai peperangan. Namun begitu, dalam ajaran islam, tidak boleh seorang muslim meninggalkan gelanggang pertempuran ketika dia diserang dan dianiaya musuhnya.

“Begitulah perintah Allah dalam Al-Quran. Dan prinsip ini pula yang dijalankan oleh Rasulullah ketika itu,” tulisnya.

Jadi pernyataan bahwa islam disyiarkan Nabi Muhammad dengan menggunakan pedang adalah salah besar.

Dalam sejarah islam, Rasulullah dianiaya oleh masyarakat kafir Quraisy selama 13 tahun lamanya. Mulai dari hinaan yang bersifat verbal sampai fisik, namun ummat islam kala itu menerimanya dengan sabar hati bahkan cenderung mengalah dan hijrah dari kota Mekkah ke Madinah.

Tapi ternyata hijrahnya ummat islam tidak menyelesaikan masalah. Kaum kafir Quraisy tetap saja mengganggu ummat islam lalu turunlah ayat ini.

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan sesungguhnya Allah benar-benar kuasa menolong mereka itu. Yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang bena, hanya karena mereka berkata: Tuhan kami hanyalah Allah“. QS. Al-Hajj: 39-40

Ayat tersebut menunjukan bahwa ummat islam berperang karena memang diperangi dan dianiaya selama bertahun-tahun. Sehingga Allah memerintahkan untuk melawan kaum kafir Quraisy, agar mereka tahu kesewenang-wenangan itu tidak bisa dibiarkan terus menerus.

Peperangan dalam islam pun tidak sembarangan dilakukan. Ada aturan-aturan yang ketat yang harus ditaati dan menilik dari sisi kemanusiaan.

Dengan demikian, peperangan bukanlah hal yang dikehendaki tetapi sebagai cara melindungi diri dan ummat. Rasulullah mengajarkan para sahabatnya agar tidak mengandai-andaikan peperangan dan permusuhan, sebagaimana sabdanya:

“Janganlah kalian mengharapkan bertemu dengan musuh (perang), tapi mintalah kepada Allah keselamatan. Dan bila kalian telah berjumpa dengan musuh, bersabarlah.” (HR. Bukhari no. 2966 dan Muslim no. 1742). (red.)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat