Warga Lokal Tuntut Lapangan Pekerjaan ke PT. AMNT

kicknews.today – Sekelompok orang melakukan aksi unjuk rasa di areal parkir Escort Benete PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT ), Kamis (12/7). Mereka berasal dari Desa Meraran Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menuntut lapangan pekerjaan.

Mereka menuntut kejelasan terkait proses penerimaan karyawan PT. Mac. Mahon yang menurut massa ada kejanggalan. Selain itu, massa juga menuntut agar dipekerjakan di perusahaan milik pengusaha nasional Arifin Panigoro tersebut.

“Kami masyarakat lokal KSB mendesak pemerintah, PT. AMNT, dan PT. Mac Mahon, untuk mempertanggungjawabkan kejanggalan rekrutmen tenaga kerja. Menuntut hak putra daerah agar dapat bekerja di perusahaan tambang,” demikian tulis demonstran dalam tuntutannya.

Tidak berlansung lama, peserta aksi ditemui perwakilan manajemen perusahaan H. Basuki dan Munir di Kantor Escort Benete.

Perwakilan peserta aksi menuntut kejelasan terkait 60 orang yang telah diterima bekerja, bahkan telah menerima gaji, sementara proses rekrutmen masih berjalan. Massa aksi melihat ada ketidakberesan dalam proses rekrutmen.

“Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa 60 orang itu bisa bekerja dan menerima gaji sedangkan proses rekrutment tenaga kerja untuk non-skill masih berlangsung?,” ungkap perwakilan aksi.

Meraka juga menyoroti kejanggalan antara pengumuman lowongan pekerjaan yang diumumkan PT. Sangati dengan yang diumumkan Disnaker.

“Masalah syarat utama pendidikan minimal SMA untuk PT. Sangati dan D3 untuk Disnaker. Sehingga memberi kesan tidak satu pintu,” lanjutnya.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan terkait rekrutmen untuk tenaga kerja yang memiliki keahlian (skill).

“Terlebih masalah rekrutmen tenaga kerja skill tahap dua dan tahap tiga, dalam pelaksanaannya orang-orang yang tidak ber-skill bisa masuk ke dalam proses tersebut,” sesalnya.

Menanggapi hal tersebut H. Basuki yang mewakili manajemen PT. AMNT berusaha memberikan pemahaman terkait apa yang dipertanyakan massa aksi.

“Terkait dengan penerimaan kerja tetap dilakukan satu pintu, melalui Dinas Tenaga Kerja. Ada yang pengumumannya melalui Dinas Tenaga Kerja seperti yang dilakukan PT. AMNT dan PT Macmahon, namun ada juga perusahaan lain yang mengumumkan sendiri, tapi dalam proses penerimaan dan harus tetap melalui dinas,” katanya.

Basuki juga menyampaikan bahwa untuk kasus PT. Sangati akan didalami lebih lanjut, apakah rekrutmen untuk posisi yang sama atau berbeda.

Setelah mendapatkan penjelasan dan pemahaman dari manajemen perusahaan, peserta aksi pun membubarkan diri. (awi)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat