Kapal Terbalik di Perairan Gili Karena Nyebrang Lewat “Jalur Tikus”

kicknews.today – Insiden terbaliknya Kapal Putra Kecinan diperairan gili sehingga menyebabkan 3 orang luka dan 1 orang lainnya tewas, Kamis (12/7) disikapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara. Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) KLU Putradi mengungkapkan, kapal bermuatan barang itu rupanya menyebrang melalui jalur yang tidak direkomendasikan Pemerintah Kabupaten.

“Kami sudah mengimbau bahwa pelabuhan A, B, C, D termasuk di Kecinan itu tidak ada izinnya. Artinya risiko atas keselamatan ditanggung penumpang,” ungkapnya, Jumat (13/7).

Menurutnya, pemkab memang dari dulu mengimbau supaya para wisatawan maupun kurir yang hendak mengantar barang ke tiga gili supaya dapat menyebrang melalui jalur resmi. Dalam hal ini yakni, Pelabuhan Bangsal dan Teluk Nara. Pasalnya, terhadap kedua pelabuhan tersebut safety pun koordinasi petugas cukup terkoordinir.

“Kecuali nyebrang lewat Bangsal, Gili, Teluk Nara di sana kami taruh perugas. Beda dengan pelabuhan tikus kami tidak tempatkan petugas karena memang itu tidak ada izinnya,” katanya.

Namun demikian, terhadap adanya korban pemkab juga tidak tinggal diam. Pada saat pencarian salah satu korban yang hilang sebelum ditemukan tepat hari ini sekitar pukul 08.00 Wita, Dishublutkan ikut ambil bagian dalam proses pencarian tersebut. Di sisi lain, hal ini agar bisa dijadikan sebagai pelajaran sehingga di kemudian hari tidak ada insiden kapal tenggelam yang menyebrang melalui jalur ilegal.

“Pemda tak lepas tangan, kemarin kita cek dan ikut mencari bersama tim. Ya, meskipun itu bukan tanggungjawab kita secara utuh karena memang bukan sebagai pelabuhan resmi,” jelasnya.

“Apalagi selama ini kita punya jadwal untuk patroli. Kita sering turun bersama Polpp, Polres KLU, Polairut, dan TNI AL untuk memastikan tidak ada yang lewat jalur itu,” imbuhnya.

Kemarin sekitar pukul 14.00 Wita kapal yang dioperasikan oleh Fauzan (22) warga Dusun Mentigi Desa Malaka Kecamatan Pemenang ini, tenggelam diduga kelebihan muatan. Korban selamat yakni seorang angker man bernama Suparman (28) dan satu orang penumpang Reza (30). Sementara itu, pasca dilakukan pencarian, tim pagi ini telah menemukan satu korban lainnya bernama Zainudian (50) dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolres Lombok Utara AKBP Afriadi Lesmana, SIK secara terpisah menyebutkan, tenggelamnya kapal terjadi di sekitar antara selat Gili Air dan Gili Meno. Kapal tersebut hendak menuju Gili Air dan membawa bahan material yang akan didrop untuk pembangunan di sana.

“Kapal yang tenggelam hendak menuju Gili Air untuk membawa bahan material. Cuaca angin cukup deras, mengakibatkan kapal tersebut oleng dan tenggelam. Dalam keadaan itu, kapten kapal, angker man dan 1 orang penumpang lainnya dapat menyelamatkan diri. Tapi satu orang lain Zainudin tidak tertolong,” ucapnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat