Tajuk Redaksi: Dukung Jokowi, TGB Sudah Siap Dengan Segala Konsekuensi

kicknews.todayPartai Gerindra sampai terkaget-kaget dengan pernyataan TGH M Zainul Majdi yang tiba-tiba banting setir mengubah arah dukungan politinya ke Jokowi untuk dua periode memimpin Republik Indonesia.

Bagaimana tidak, Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) merupakan mesin peraup suara yang sangat besar. Terbukti pada Pilpres 2014 lalu, TGB yang bertindak sebagai nahkoda tim pemenangan Prabowo mampu memenangkan mantan Danjen Kopasus ini di daerah yang dikenal dengan sebutan seribu masjid. Meskipun kalah secara nasional, tapi TGB mampu menunjukkan kehebatannya.

Waktu empat tahun berlalu, nama TGB kian tersohor di tingkat nasional. Gubernur NTB dua periode yang kini juga menjadi ketua Organisasi Internasional alumni Al Azhar, Mesir menggantikan pendahulunya Profesor M Quraisy Shihab ini malah punya barisan massa sendiri di level nasional yang bernama Barisan Relawan TGB atau BARET.

BARET yang berkantor pusat di Jalan TB. Simatupang Cilandak Jakarta Selatan ini sudah sangat siap membawanya mencalonkan diri sebagai Presiden RI. Tanda pagar #TGBForPresiden menghiasi media sosial. Bahkan TGB dinobatkan masuk 10 tokoh nasional terpopuler di media sosial. Ini tentu hal yang luar biasa, karena TGB hanyalah tokoh dari daerah yang tidak terlalu diperhitungkan.

Karena ikut dalam aksi 212 yang dikomandoi Habib Rizieq Shihab pada tahun lalu yang protes terhadap penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, dia dianggap masuk pada golongan sayap kanan yang bertagar #2019GantiPresiden.

Tapi harapan tak sesuai kenyataan. Tepat pada Selasa (3/7) lalu di studio liputan 6 SCTV Tower, Senayan, Jakarta, dia menyatakan dukungannya pada Jokowi untuk dua periode menjadi presiden RI. Akibatnya, publik pendukung #2019GantiPresiden banyak yang kecewa.

TGB bukan politisi muda tanpa pengalaman. Bahkan Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang kini juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menyebut TGB ahli siasat dan strategi. Dia sudah memperhitungkan dengan matang semuanya dan berharap pada ridho Allah akan apa yang diputuskannya.

Segala resiko ditempuhnya, termasuk kemungkinan kehilangan banyak pemilih. Ditinggalkan konstituen dan partai pendukungnya sampai kemungkinan ditentang dari dalam oleh partai tempatnya bernaung sekarang yakni partai Demokrat yang diasuh SBY dan dicoret dari daftar Calon Presiden Rekomendasi PA 212.

TGB tak peduli, dia malah mengeluarkan klarifikasi lagi terkait dukungannya ke Jokowi itu dari NTB di Islamic center pada Jumat (6/7) lalu.

Minggu (8/7) usai memberikan ceramah di masjid Istiqlal Jakarta TGB kembali menegaskan arah dukungan politik nya itu.

Dia juga membantah dukungannya itu terkait kasus yang sedang ditangani KPK di NTB yang berkaitan dengan divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara, bahkan juga membantah ada deal politik dengan Jokowi.

Namun alasannya mendukung mantan Walikota Solo itu atas dasar keyakinan. Keputusannya sudah melalui berbagai pertimbangan. Percepatan pembangunan NTB menjadi salah satu alasan yang paling mendasar.

Prabowo pun berkomentar kalau dirinya tidak merasa terancam dengan perubahan arah politik TGB.

Barisan Relawan Jokowi, Projo NTB sebelumnya mendeklarasikan duet Jokowi-TGB pada pilpres 2019 mendatang. Sang ketua Projo NTB, Imam Sofian menyatakan pasangan ini ialah Dwitunggal Nasional-Religius yang melebur pada keduanya dan yakin akan membawa kemajuan dan kemaslahatan bangsa.

Bagaimana manuver TGB yang juga dikenal sebagai seorang pemimpin miluslim yang Tahfiz Al-Qur’an dan ilmu tafsir ini ke depan? Simak terus informasi di kicknews.today yang menyajikan informasi teraktual, mendidik dan dipercaya. (red.)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat