in

Dua Kandidat Bersaing Rebut Kemudi Nahkoda HPI NTB

Suasana pembukaan Musda III Himpunan Pramuwisata Iindonesia (HPI) NTB

kicknews.today – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nusa Tenggara Barat, Senin (9/0), menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III dalam rangka pemilihan nahkoda Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NTB.

Ada dua kandidat yang memperebutkan pucuk pimpinan DPD HPI NTB, yakni H. Ainuddin dan Fahrurozi Gaffar.

Untuk diketahui, Ainuddin merupakan Ketua DPD HPI NTB yang maju kembali pada periode selanjutnya, sementara Fahrurozi Gaffar atau akrab dipanggil Bang Ojie merupakan salah satu pramuwisata senior di NTB. Keduanya kini bertarung untuk memperebutkan posisi top leader organisasi para guide tersebut.

Ketua DPD HPI NTB Ainuddin dalam sambutannya sebelum didemisionerkan menyampaikan,  Musda DPD HPI merupakan wadah menjaring dan memilih pemimpin, yang bisa mengakomodir semua anggota dan mampu melakukan interaksi dan komunikasi dengan stake holder pariwisata lainnya, termasuk dengan pemerintah sebagai mitra utama.

Dikatakan, musda bukan ajang saling sikut dan saling menjatuhkan, melainkan mencari pemimpin yang bisa membawa nama pariwisata dengan pelayanan para pemandu wisata.

“Siapapun yang terpilih pada musda ini, harus dapat dukungan dari anggota. Begitupun dirinya bila nanti tidak terpilih sebagai ketua, akan mendukung kinerja ketua terpilih,” ungkapanya.

“Taruskan kolam kemenengan, kekalahan, dan kolam ikhlas, tidak ada suatu perpecahan. Pikirkanlah nasib organisasi,” ujarnya.

Dia mengaku, saat ini pramuwisata harus resah terhadap era serba teknologi. Dengan adanya itu, keberadaan pramuwisata terkesan tidak dibutuhkan lagi.

“Bagaimana tidak, keberadaan go car, go food, dan lain sebagainya mampu menunjukkan lokasi,” ucapnya.

Karenanya, ungkapnya, karena tugas pramuwisata adalah memberikan pelayanan terbaik, jangan sampai kalah oleh teknologi, terlebih jika ada go guide, maka hancurlah HPI ini.

“Ke depan saya bercita-cita, bahkan sedang siapkan rancangan supaya HPI memiliki UU sendiri dan insyaAllah sedang kita siapkan draf untuk dibahas, ” ujarnya.

Sementara Ketua Umum DPP HPI, Sang Putu Subaya menyampaikan bahwa pemimpin harus mampu membuat program kerja, yang mampu mengakomodir semua kebutuhan para anggota.

Dia menjelaskan, organisasi HPI merupakan orgaisasi jangkar, dimana cerminan daerah berada di tangan HPI.

“Organisasi ini merupakan garda terdepan pariwisata daerah. Baik buruknya daerah ini tergantung guide nya. Seorang guide harus memiliki pengetahuan yang luas tentang daerah dan nasional. Jadi guide harus terus belajar,” tegasnya.

Musda ini kembali digelar sejak vakum hampir delapan tahun. Saat ini jumlah anggota HPI NTB hampir mencapai 1500 orang.

Sampai usai pembukaan Musda, jumlah anggota yang memiliki hak suara masih diinventarisir, karena semua anggota belum melakukan registrasi.

“Kandidat yang kalah, jangan pernah balas dendam. Yang menang rangkullah anggota, tunjukkan kebesaran jiwa,” tutupnya. (prm)