Duga Ada Konspirasi Dalam Pilgub NTB, Massa Minta Rapat Pleno KPU Ditunda

kicknews.today – Ratusan massa aksi dari berbagai wilayah di NTB, mendatangi lokasi rapat pleno rakapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub tingkat provinsi NTB dan meminta supaya proses pleno ditunda. Hal ini Lantaran adanya dugaan permainan dan pelanggaran oleh salah satu pasangan calon (Paslon) gubernur periode 2018-2023.

Selaku orator aksi, Hamzan Wadi menyampaikan, kedatangan massa ini untuk mempertanyakan hasil rekap pilgub baik tingkat PKK, KPU Kabupaten/Kota yang diduga kuat dipermaikan oleh salah satu paslon.

Dimana, kuat ada dugaan konspirasi permainan pilgub NTB, dilakukan salah satu paslon dengan oknum penyelenggara. Contoh di Kabupaten Lombok Timur,  jumlah suara antara Pilbup dengan Pilgub selisih beda.

“Kok suara pilgub lebih banyak dari pada pilbup. Kan aneh, tidak masuk akal, dari mana datangnya suara itu, ” ungkapanya depan hotel Lombok Raya, Mataram Minggu (8/7).

Tidak hanya itu, ada dugaan intervensi kepala daerah dengan menurunkan anggota satuan polisi pamong praja (Pol PP) provinsi memantau rekap tingkat kecamatan di Lombok Tengah.

“Apakah ada aturan, jika ada jelaskan ke masyarakat,” kata dia.

Oleh sebab itu, masyarakat minta supaya proses pleno penetapan rakapitulasi pilgub tersebut ditunda sebelum proses dugaan pelanggaran diselesaikan.

“Tolong ikuti proses dugaan pelanggaran itu. Terhadap Bawaslu, jangan diam, tindaklajuti temuan pelanggaran dilapangan,” tegasnya.

Ketua Bawaslu NTB, M Khuwailid menyampaikan, saat ini sedang berlangsung proses rakapitulasi hasil pilkada. Dimana, Bawaslu juga terus petanyakan proses pilkada kepada KPU.

“Minta kesabaran masyarakat agar proses berjalan baik. Soal tahapan, akan dibahas di tingkat forum,” ujar dia. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat