in

Beda Data, Bangunan Puskesmas Tanjung Dirobohkan

Salah satu bagian gedung Puskesmas Tanjung yang telah dirobohkan

kicknews.today – Sejumlah bangunan yang ada di Puskesmas Tanjung dirobohkan pihak ketiga yang berencana membangun ruang perawatan. Setelah dikroscek, ternyata pengerjaan ruang perawatan justru ada di Puskesmas Kayangan.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Khairul Anwar, Jumat (6/7),  memberikan penjelasan bahwa itu terjadi karena adanya perbedaan dokumen perencanaan.

“Ini perbedaan data antara perencanaan kita dengan pusat. Diawal, untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) tertera di Puskesmas Kayangan. Kemudian pada perencanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kami dialihkan ke Tanjung,” ungkapnya.

Peralihan dokumen itu bukan tanpa sebab. Namun jauh hari sebelum pusat menggelontorkan anggaran ke daerah, pihaknya telah melakukan konsultasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dikatakan, saat itu Kemenkes menyarankan (tak secara tertulis) supaya anggaran DAK fisik tersebut dialokasikan ke Puskesmas Tanjung. Sebab tahun sebelumnya Puskesmas Kayangan telah mendapat anggaran DAK non fisik.

“Itu sebetulnya saran dari Kemenkes, karena sebaiknya jangan doble ada dana fisik dan non fisik. Tetapi ternyata di dalam proses peralihan ini dia tidak berubah, sehingga begitu kita mulai pembangunan dan penataan lahan, pusat tidak mau merubah dokumennya,” beber Khairul.

Menurutnya, pada dasarnya Kemenkes setuju dengan perubahan lokasi pada dokumen, namun dirinya mengaku kesulitan saat berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Diungkapkan, bahwa dari hasil konsultasi, Kemenkeu kukuh agar tidak mengubah lokasi pekerjaan dari Puskesmas Kayangan ke Tanjung. Mau tidak mau, lanjutnya, akhirnya pemkab mengalah dan mengikuti kehendak pusat.

“Proses perubahan itu tidak satu kementerian. Yang agak susah untuk merubah itu di Kemenkeu. Bagaimana pun ini kan anggaran mereka, jadi ya istilahnya akhirnya kita ngalah lah,” ucapnya.

Dijelaskannya, ruang perawatan yang akan dibangun tersebut bernilai total Rp 1,7 miliar dimana harus tuntas pada tahun ini.

Menyangkut telah dirobohkannya beberapa bangunan di Puskesmas Tanjung, pihaknya mengaku pada APBD Perubahan akan diganti. Terlebih lagi, menurutnya, ini juga sebagai persiapan karena Puskesmas Tanjung tahun depan bakal mendapat program serupa.

“Kita sudah sampaikan ke Puskesmas Tanjung dan puskesmas lain, semua sudah ada master plan dan akan dibangun. Tanjung akan dibangun tapi tahun depan, artinya mushalla yang sudah dihancurkan itu tahun depan juga tetap dihancurkan. Tidak ada kerugian, itu dibangun secara swadaya puskesmas,” jelasnya.

“Ya, supaya tidak terulang kembali, kita akan perbaiki terutama perencanaan DAK ini overlap. Kalau pengalaman di provinsi, bisa kok kita alihkan,” imbuhnya.

Terpisah, Kabag Administrasi Pengendalian dan Pembangunan Setda Lombok Utara Lalu Majemuk mengatakan, pihaknya hanya menjalankan lelang sebagaimana tertera dalam DPA dinas.

Mengenai adanya perbedaan data pihaknya menampik menyebut miskomunikasi pun ada kesalahan dari salah satu pihak.

“Salah juga tidak, mis juga tidak. Kami hanya menjalankan proses lelang saja. Begitu ada pemenang tander, langsung dikerjakan. Ini dana pusat DAK. Kalau lokasinya beda, maka tidak akan dikeluarkan,” ujarnya.

Senada dengan Khairul, Majemuk menilai bangunan yang telah dirobohkan tersebut akan dijadikan sebagai pondasi, menunggu program yang sama turun ke Puskesmas Tanjung tahun depan.

“Saya kira itu tidak masalah dalam rangka persiapan pembangunan tahun depan. Ditata dulu, diperbaiki, supaya jelas, siapkan line dulu,” tandasnya. (iko)