in ,

Nyongkol Jelang Maghrib Kecimol Diminta Diam, 3 Preman Kampung Pukul Polisi

Tiga preman kampung yang pukuli polisi saat mengamankan nyongkolan

kicknews.today – Tiga orang preman kampung ini sangat keterlaluan. Dia memukuli anggota polisi Polres Lombok Barat yang berjaga mengamankan nyongkolan karena kecimol yang mengiringi kegiatan adat masyarakat itu diminta berhenti memainkan musik karena waktu sudah menjelang maghrib.

Peristiwa pengeroyokan itu dialami dua orang anggota polisi yang sedang bertugas. Salah satunya adalah Bhabinkamtibmas Desa Kuripan.

Menurut Wakapolres Lombok Barat, Kompol Fauzan Wadi kejadiannya berawal ketika masyarakat dari Dusun Bermi Desa Jagaraga, melakukan prosesi adat nyongkolan dengan tujuan Dusun Due Pelet Desa Kuripan menggunakan jalur Baypass BIL.

Ketika rombongan sampai depan SMP 1 Kuripan, anggota polisi yang melakukan pengamanan nyongkolan mengimbau kecimol untuk berhenti menyanyikan lagu karena dapat mengganggu orang yang akan beribadah solat maghrib.

“Namun dari pihak yang nyongkolan minta satu lagu lagi,” kata Wakapolres usai pemotongan tumpeng peringatan Polri ke-72 di Kantor KPUD Lobar, Senin (2/7).

Dikatakan dia, permintaan itu dipenuhi oleh polisi yang berjaga lalu polisi tersebut kembali mengatur lalulintas agar tetap berjalan lancar.

Namun tiba-tiba pelaku memukul anggota dari arah belakang tanpa sebab dan mengenai kepala, kemudian masyarakat yang nyongkolan tersebut kembali mencaci maki polisi dengan dengan kalimat kotor sembari mendorong polisi itu yang mengakibatkannya jatuh ke tepi sawah.

Mengetahui itu, polisi lainnya yang juga mengamankan nyongkolan itu datang hendak membantu temannya, tapi dia juga didorong hingga terjatuh juga ke sawah.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan di Polres, dan pihak kami akan terus memproses hal ini sekaligus sebagai pembelajaran bagi pelaku juga untuk kita semua agar bisa saling menghargai,” terangnya. (ir)