in

Ada yang Lucu di Pilkada NTB 2018

Komunikasi WhatsApp antara Djinrix dengan Ibu Sri (Foto: Ist)

kicknews.today – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018, kini sedang menunggu hasil Real Count (RC) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB. Euforia kemenangan dan kegalauan saat ini dirasakan pasangan calon, karena dari empat pasangan calon hanya akan ada satu paslon pemenang. Di balik itu semua, ada fenomena lucu yang terjadi dan dialami salah seorang pemilih.

Fenomena lucu itu dialami Djinrix (nama disamarkan), warga Lombok Barat yang berprofesi sebagai jurnalis sebuah media di NTB.

Terlepas dari kapasitasnya sebagai seorang jurnalis, dia juga seorang warga yang memiliki hak suara dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023.

“Sebagai pribadi saya juga punya hak suara dong, dan saya juga punya paslon yang menurut saya tepat dan pantas memimpin NTB lima tahun ke depan,” kata Djinrik.

Peristiwa yang menurutnya lucu itu terjadi berawal dari pesan WhatsApp, yang ia kirim kepada salah satu kenalannya dua tahun yang lalu sebelum dirinya jadi jurnalis, sebut saja namanya Ibu Sri pada Selasa (26/6) pukul 23.10 Wita, untuk memilih paslon idolanya.

“Coblos No… (dirahasiakan) yg trbukti kemampuannya untuk memimpin lima thn ke dpn. Sy mngidolakn dia,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

Pesan itupun diterima Ibu Sri yang selang beberapa waktu, tepatnya 23.24 Wita membalasnya dengan mengajukan pertanyaan.

“Jaminan nya apa…?,” tulis Ibu Sri singkat.

Pertanyaan balasan dari Ibu Sri itupun dibalasnya dengan diplomatis, dengan harapan misi pesan awal membuahkan hasil.

Dikatakannya bahwa paslon idolanya itu memiliki kemampuan yang mumpuni dan telah terbukti kesuksesannya.

“Dia maju sbgai referesentasi masyarakat NTB, kemampuannya tidak diragukn, dan spengetahuan sy dia didukung mayoritas warga Pulau Lombok dan Sumbawa,” tulis Djinrix yang pernah menjadi dosen di beberapa PTS di NTB.

Untuk lebih meyakinkan, dia juga membeberkan prestasi dan segala tetek bengek paslon idolanya itu kepada Ibu Sri.

Komunikasi keduanya pun berakhir karena malam yang semakin larut.

Kesokan harinya, Rabu (27/6), yang merupakan hari H pencoblosan Pilkada Serentak di 17 provinsi dan 39 kota dan 115 kabupaten se-Indonesia, pada pukul 17.41 Wita, tiba-tiba handphone milik Djinrix berbunyi memberi kode ada pesan WhatsApp. Setelah dibuka, ternyata sebuah pesan dari Ibu Sri.

“Ok aku gk bohong telah memilih kamu,” balasnya.

Nah, dalam pesan WA berikutnya yang Ibu Sri baru terlihat kelucuannya, yakni pesan WA yang dikirim pukul 18.29 Wita.

“Aku pilih no … bukan berarti pilih …….. (dirahasiakan). Tapi aku berharap wakilnya bisa naik kalo unggul. Aku bukan tipe orang milih karena uang. Tanpa kenal kamupun aku pilih tapi seandainya nasib baik gk berpihak pada kamu. Mungkin Tuhan ada rencana lebih bagus dari ini Amin…,” tulis Ibu Sri.

Ternyata, si-Ibu Sri yang telah lama tinggal dan berprofesi sebagai salah seorang karyawan sebuah Hotel di Kota Mataram, saat ini sudah tidak berdomisili di NTB.

Karena di antara empat paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018, tidak ada satupun yang namanya sesuai yang disebutkan Ibu Sri.

Djinrix pun sadar kalau dirinya cuma menyebutkan nomor urut, tanpa menyebutkan nama paslon. Sambil menahan gelak tawa diapun membalas WA Ibu Sri.

“Aamiin Ibu…terimakasih,” tulisnya.

Setelah ditelusuri dengan mem-browsing google, ternyata Ibu Sri telah kembali dan menggunakan hak pilihnya di Provinsi Lampung. (djr)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan