in

Tim Ahyar-Mori Bantah “Nyebrang Dukungan” ke Suhaili-Amin

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh-H. Mori Hanafi, SE., M.Comm.

kicknews.today – Beredarnya khabar tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB nomor urut 2 TGH. Ahyar Abduh-H. Mori Hanafi, SE., M.Comm. (Ahyar-Mori), “menyeberang” mendukung paslon Suhaili-Amin yang diberitakan beberapa media mendapat bantahan keras tim pemenangan paslon dengan jargon “NTB untuk semua”.

Juru Bicara Tim Pemenangan Ahyar-Mori, Suaeb Qury, Rabu (20/6), menyampaikan bahwa berita dan informasi yang beredar itu tidak benar dan mengada-ada.

“Tim pemenangan paslon nomor urut 2 TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE., tetap solid dan utuh berjuang memenangkan Ahyar-Mori menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018-2023,” tegas Suaeb Qury.

Menurutnya, informasi palsu yang beredar itu dibuat oleh oknum pendukung dari paslon lain, untuk memecah-belah Tim Pemenangan Ahyar-Mori yang selama ini selalu solid berjuang memenangkan paslon TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE., M.Comm.

Lebih jauh dia mengatakan, bukti soliditas ditunjukkan dan dibuktikan dengan semakin gencarnya dukungan kepada Ahyar-Mori, baik dari tokoh-tokoh masyarakat, tuan guru, dan organisasi kemasyarakatan berpengaruh, yang tersebar merata di seluruh wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Dia membeberkan bahwa tersebarnya informasi palsu itu, menunjukkan adanya kekhawatiran dan kepanikan yang luar biasa di tim pemenangan paslon lain terhadap kinerja tim pemenangan Ahyar-Mori.

“Hal itu juga ditunjukkan dengan munculnya berbagai rilis ‘survei palsu’ yang dikeluarkan oleh oknum tim pemenangan paslon lain, yang sebagian besar menempatkan paslon nomor urut 2 berada di posisi terbawah dengan nilai angka yang tidak realistis,” tandasnya.

Dalam pandangannya, berbagai informasi palsu yang dikeluarkan itu adalah bentuk kebohongan publik, yang menunjukkan kualitas kepemimpinan paslon yang didukung penyebar informasi terhadap masyarakat.

Dirinya tetap berpegang sesuai koridor dengan menjunjung tinggi pesan politik yang pernah disampaikan Cagub TGH. Ahyar Abduh, yakni “Politik yang Santun”, dengan niat baik dan bukan menjelekkan pasangan cagub tertentu.

“Semoga proses pemilihan kepala daerah di NTB berlangsung dengan damai, jujur, dan berintegritas, sehingga menghasilkan pemimpin yang mengayomi Untuk Semua masyarakat NTB,” pungkasnya. (djr)