Pengamat Politik: Pak Jokowi sedang “Main Mata” dengan TGB

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

kicknews.today — Munculnya beberapa nama figur cawapres yang bakal berlaga pada Pilpres 2019 mendatang, memunculkan sederet pertanyaan; siapakah figur yang akan mendampingi Jokowi?

Sejumlah rilis hasil survei yang ada menempatkan elektabilitas Jokowi saat ini masih diakui bertahan pada posisi puncak dibandingkan dengan nama bakal calon presiden yang disandingkan akan menjadi pesaing potensial Jokowi.

Melihat fenomena yang terjadi, tak heran nama yang muncul kemudian lebih banyakdari nama bakal calon yang akan bersanding menjadi Cawapres Jokowi.

Lalu, siapa calon yang memiliki kans kuat untuk mendampaingi Jokowi pada Pilres 2019 mendatang? Beragam asumsi dan analisa muncul; jika Jokowi yang mengajukan nama bakal cawapres yang akan mendampinginya nanti, kemungkinan ia akan mengajukan calon wakil dari kalangan professional agar tetap bisa menjaga soliditas partai koalisi.

Sementara jika Megawati yang merupakan tokoh utama pendiri PDI Perjuangan menawarkan cawapres ke Jokowi, nama yang muncul kemudian adalah kader PDI Perjuangan atau figur profesional yang tidak berpotensi merebut kekuasaan pada Pilpres 2024.

Pengamat Politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, angkat bicara soal siapa figur potensial yang akan mendampingi Jokowi. Menurut Chaniago, ada beberapa tokoh yang kemungkinan diajukan Jokowi atau Megawati yang menawarkan tokoh pilihannya.

“Jadi bisa perkawinan alamiah, bisa dijodohkan,” kata Chaniago saat dihubungi wartawan pada hari Selasa (19/6/2018).

Chaniago menambahkan, bagi Jokowi elektabilitas itu sangat penting, tidak hanya bicara pasca Pilpres 2024. Sementara logika partai bicara setelah 2024, “Karena itu, PDI-P tidak mau kalau bukan kader mereka untuk keberlanjutan partai. Kalau panggung cawapres ini diambil oleh orang yang masih terang di 2024 itu membahayakan PDIP,” jelasnya.

Peluang Lain

Chaniago juga membeberkan tentang peluang kehadiran figur Tuan Guru Bajang H.M. Zainul Majdi, yang saat ini masih menjabat sebagai gubernur Nusa Tenggara Barat untuk menjadi bakal cawapres mendampingi Jokowi.

“Pak Jokowi sedang main mata dengan TGB,” kata Chaniago yang dikutip dari Posbelitung.

Secara historis, TGB, jelas Chaniago,  memiliki rekam jejak yang baik. TGB punya visi dan misi yang jelas serta mendapat dukungan luas dari kelompok Islam. Namun demikian, peluang TGB dianggap cukup berat karena berasal dari daerah luar jawa.

“Walaupun TGB juga punya kelemahan. Beliau tidak punya basis suara yang besar karena bukan berasal dari Jawa dan lumbung elektoral di NTB itu kan sedikit,” ujarnya.

Elektabilitas TGB kalah besar dibandingkan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Chaniago menilai Muhaimin (Cak Imin) memiliki basis massa yang kuat di Pulau Jawa. Cak Imin dianggap sebagai representasi kalangan Nahdliyin. Cak Imin juga layak untuk diperhitungkan oleh Jokowi.

Sementara itu di sisi lain, Chaniago juga menyorot kemungkinan calon wakil presiden dari luar partai politik, misalnya seperti nama Chairul Tanjung atau akrab disapa CT ini.

“Saya pikir CT juga bagus. Beliau tidak ambisius orangnya. Karena, terus terang Pak Jokowi kan nggak suka ada matahari kembar. The real president seperti terjadi di era SBY-JK lalu,” jelasnya.

Selain CT, Chaniago juga menilai belum ada calon profesional lain yang berpotensi mendampingi Jokowi di Pilpres nanti. Termasuk nama-nama yang sering disebut memiliki elektabilitas tinggi seperti mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Namun demikian, Gatot Nurmantyo pun dianggap tidak memiliki basis massa yang jelas. Chaniago justru lebih menganggap menggandeng Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan lebih menguntungkan Jokowi daripada Gatot.

“AHY jelas punya basis, ada 8% modal dukungan Parti Demokrat. Gatot enggak punya itu, terutama basis massa partai,” terang Chaniago. (h-ri)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat