in

Polisi Libas Pungli Premanisme di Pantai Selong Belanak Lombok Tengah

Keenam pelaku pungli di Pantai Selong Belanak Lombok Tengah (Foto: Ist)

kicknews.today – Aksi pungutan liar (pungli) tidak hanya terjadi pada pelayanan publik di pemerintahan. Namun, pungli juga bisa saja terjadi di tempat yang tidak terduga. Seperti halnya pungli yang terjadi di Portal Pantai Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah.

Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah, Senin (18/6) pukul 17.00 Wita, berhasil menangkap enam pelaku pungli yang meminta uang kepada pengunjung di Pantai Desa Selong Belanak.

Adapun modus yang mereka gunakan yakni meminta uang kepada pengunjung yang menggunakan kendaraan bermotor sebesar  Rp 10.000.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Keenam pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Lombok Tengah untuk proses lebih lanjut,” ujar AKP Rafles di kantornya, Selasa (19/6).

Dijelaskan, adapun keenam pelaku yang diduga melakukan pungli itu diantaranya inisial KY (22), LS (28), DM (38), SR (29), NP (22), dan SM (39) yang semuanya merupakan warga Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat.

Rafles mengungkapkan, penangkapan terhadap para pelaku ini berdasarkan keluhan dan informasi masyarakat, bahwa ada pungli yang dilakukan saat memasuki area wisata pantai dengan alasan uang parkir Rp 10 ribu.

Mendapat informasi tersebut, Tim Opsnal Polres Lombok Tengah dipimpin Kanit Tipikor IPDA Derpin Hutabarat, langsung mendatangi TKP guna mengecek kebenaran informasi dari masyarakat tersebut.

“Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar bahwa telah terjadi pungli terhadap masyarakat yang hendak berkunjung ke Pantai Selong Belanak, dan dikenai biaya sebesar Rp 10 ribu untuk R4 dan R2,” jelasnya.

Atas kejadian itu, anggota langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku dan dibawa ke Mapolres Lombok Tengah untuk dilakukan pemeriksaan. Selain menangkap pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti hasil pungli sebanyak Rp 620 ribu.

“Kasus ini masih kita kembangkan, dan kita akan berkoordinasi dengan Tim Saber Pungli Kabupaten Lombok Tengah,” pungkasnya. (Ade)