in

Pemkot Mataram minta Aparat Siagakan Perahu Karet Amankan “Lebaran Topat”

Ilustrasi Lebaran Topat

kicknews.today – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengingatkan kepada seluruh aparat keamanan di daerah itu, untuk menyiapkan perahu karet dalam pengamanan puncak perayaan “Lebaran Topat” 8 Syawwal 1439 Hijriah.

“Kami minta jajaran aparat dari TNI/Polri, SAR, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), siagakan perahu karet untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, Selasa (19/6).

Dikatakan, perayaan Lebaran Topat (ketupat) di Pulau Lombok dirayakan seminggu setelah Lebaran Idul Fitri dan tahun ini akan jatuh pada Jumat (22/6).

Diungkapkan, Lebaran Topat sangat kental dengan nilai-nilai adat, budaya, dan ibadah. Mulai dari zirah ke makam-makam yang dikeramatkan untuk mengingat jasa-jasa para solihin, tokoh dan mubalig besar Islam yang telah membangun sumber daya manusia agar umat muslim tetap dalam iman dan ketaqwaan.

“Setelah itu, barulah masyarakat bersantai ke sejumlah objek wisata terutama di pinggir pantai bersama keluarganya,” katanya.

Saat Lebaran Topat, sepanjang 9 kilometer pantai di Mataram akan dipenuhi masyarakat dari berbagai penjuru Pulau Lombok untuk berlebaran topat.

Mereka tidak hanya sekedar duduk-duduk di pinggir pantai, melainkan juga mandi dan berenang di laut. “Jadi berbagai kemungkinan harus kita antisipasi, agar masyarakat bisa bersuka cita merayakan Lebaran Topat,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa kegiatan yang akan menyemarakkan kegiatan Lebaran Topat yang dipausatkan di Pantai Loang Baloq Mataram antara lain, prosesi topat agung, lomba panahan, festival layang-layang dan parade perahu layar yang dibuka untuk masyarakat umum.

“Namun karena puncak Lebaran Topat jatuh pada hari Jumat, kemungkinan kegiatan akan lebih banyak dilaksanakan setelah shalat Jumat,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kewaspadaan (PK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Kurnia Mulyadi sebelumnya mengatakan, untuk pengamanan Lebaran Topat telah disiapkan posko utama di Pantai Loang Baloq yang menjadi pusat kegiatan hiburan rakyat yang dilaksanakan pemerintah kota.

Kendati demikian, sambungnya, karena Kota Mataram memiliki 9 kilometer pantai maka pengamanan tetap dilakukan baik di Pantai Mapak, Penghulu Agung dan Pantai Ampenan dengan menyiagakan petugas serta kelengkapan berupa perahu karet.

“Perahu karet ini sebagai upaya antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, sebab masyarakat merayakan Lebaran Topat cenderung dengan mandi di pantai,” katanya.

Selain menyiagakan perahu karet pada titik-titik tersebut, petugas dari BPBD juga akan melakukan patroli di sepanjang 9 kilometer perairan pantai Mataram, untuk melihat aktivitas masyarakat di sepanjang pantai tersebut.

Di samping itu, lebih dari 50 anggota tim reaksi cepat (TRC) juga telah disiagakan untuk pengamanan Lebaran Topat, pada sejumlah titik-titik rawan dan pusat keramaian Lebaran Topat di kota ini.

Dia mengatakan, pengamanan kegiatan Lebaran Topat di Kota Mataram diprioritaskan pada sepanjang pantai Kota Mataram dari ujung Selatan di Pantai Tanjung Karang hingga ujung Utara Pantai Meninting.

“Setiap Lebaran Topat, kawasan pinggir pantai selalu menjadi titik paling ramai di kunjungi warga untuk merayakan,” katanya. (ant)