in ,

Ini Alasan kenapa harus Mengalah pada Bus dan Truk di Jalan Raya

Salah satu kecelakaan lalu lintas yang pernah terjadi (Foto: Net)

kicknews.today – “Daripada mengorbankan nyawa seluruh penumpang bus, lebih baik nyawa satu atau dua orang pengendara motor yang hilang”. Itulah kata sang sopir bus antar kota antar provinsi. Dari kalimat itu mestinya pengendara motor memahami betapa rapuhnya posisi mereka di jalan raya, terutama jika berada di depan, di belakang, maupun di samping bus atau truk.

Jadi jika misalnya Anda sedang naik motor di jalan raya, mengalahlah pada bus dan truk besar. Ini demi kepentingan nyawa anda sendiri.

Ada beberapa tips yang dibagikan warganet, salah satunya yaitu Nanang Triyatno yang perlu dipahami pengendara motor dan atau mobil mini, jika dalam di jalan raya bertemu dengan bus atau truk besar.

Jika truk atau bus tersebut sibuk mengklakson Anda untuk minggir, maka berusahalah rendah hati dan sabar. Jangan dimasukkan ke hati, terkait klakson bertubi-tubi dan keras tersebut. Ingat, anda jangan “baper”.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui oleh pengendara motor maupun mobil kecil di jalan raya, jika berhadapan dengan truk maupun bus.

Truk yang biasanya mengangkut hasil bumi, sayur-sayuran, bahan bangunan, kontainer dan lain-lain, sangat berjasa bagi perekonomian. Mereka memiliki kepentingan yang cukup besar. Konsep lain,bus membawa penumpang banyak antara 24 hingga 80 orang. Jadi dengan demikian kepentingannya jauh lebih besar dari satu atau dua pemotor.

Supir truk kontainer bisa saja mengerem mendadak jika ada pemotor yang jatuh di depannya. Tapi jika itu dia lakukan, bagian belakang (gandengan) atau muatannya yang akan tidak stabil. Kondisi truk tidak stabil; akan lari ke kanan atau ke kiri.

Jika ada banyak pemotor di sisi kanan dan kirinya, maka bisa terserempet dan tergilas truk. Jadi sopir tersebut dengan terpaksa akan membiarkan pemotor yang jatuh tersebut tergilas. Pilihan yang sulit namun logis.

Jika pemotor atau pengendara mobil berada di belakang bus atau truk, ambillah jarak lebih kurang 50-100 meter. Kalau truk atau bus di depan menghidupkan lampu sein kanan, jangan coba-coba mendahului, itu artinya ada kendaraan dari arah berlawanan.

Kalau mau mendahului truk, gunakan perhitungan yang matang. Misalnya panjang truk 12 meter, sedangkan panjang mobil yang kita kendarai 4 meter. Artinya kita harus punya ruang untuk mendahului truk sebanyak 4 hingga 5 kali panjang mobil atau motor.

Jika truk atau bus sudah menghidupkan lampu sein kiri, anda boleh segera menghidupkan lampu sein kanan. Artinya, mobil atau motor boleh mendahului truk atau bus tersebut.

Jangan lupa, berikan kode klakson dua kali. Itu sebagai tanda ucapan terima kasih dan hampir semua sopir truk atau bus paham akan kode tersebut.

Jika terjadi kecelakaan (tentu saja tidak sengaja), sopir truk atau bus akan lebih memilih korbannya meninggal dunia supaya tidak banyak mengeluarkan biaya ganti rugi.

Kalau korbannya tidak meninggal atau cacat seumur hidup, maka ganti ruginya bisa ratusan juta dan akan jadi beban pengeluaran si-sopir dan perusahaannya, termasuk biaya check up korban kecelakaan untuk beberapa bulan ke depan. Belum lagi berurusan dengan pihak kepolisian.

Namun, jika korbannya meninggal paling sering sopir truk atau bus dan perusahaannya memberikan uang damai atau uang tali kasih, dan masalahnya selesai sampai di situ.

Bahkan, jika korbannya meninggal pun, pada saat berurusan dengan pihak kepolisian, si-sopir truk atau bus memiliki alasan yang selalu bisa diterima. Misalnya alasan “tidak kelihatan”.

Kenapa demikian? Karena ukuran truk ataupun bus itu besar dan tidak mudah bagi sopir, untuk mengawasi tiap sudut truk atau bus setiap saat. Jika ada yang terlindas, sopir akan memakai alasan ‘tidak melihat atau tidak kelihatan’.

Kalau misalnya keluarga korban bersikeras mau berperkara di pengadilan, kecil kemungkinan keluarga korban akan memenangkan perkara, karena alasan ‘tidak kelihatan’ tadi yang bisa diterima oleh akal sehatnya hakim, pengacara, dan penuntut umum. Kemungkinan besar kasus akan diselesaikan di luar pengadilan dengan ganti rugi.

Pengendara motor juga harus mengerti bahwa tidak mudah bagi sopir, untuk mengendalikan truk atau bus besar di jalan yang padat dengan kendaraan kecil melaju disekitarnya.  Intinya, kita harus super ekstra hati-hati jika berada di dekat truk atau bus besar.

Jangan pernah berhenti mendadak di depan truk bermuatan jika jarak anda dengan truk di bawah 12 meter. Nyawa anda akan melayang! Jika bukan nyawa anda, maka nyawa orang disekitarnya.

Perhatikan terus lampu sein truk atau bus yang berada di depan. Pastikan lampu belakang dan depan motor hidup, karena tidak mudah melihat keberadaan motor yang lampu belakang dan depannya mati.

Tingkatkan kesabaran, harus waspada, jangan mudah marah terhadap sopir truk dan bus, apalagi truk kontainer dan bus malam. Karena beban yang dipikul sopir tersebut banyak. Selain muatan mereka juga harus memikirkan kehidupan keluarga mereka. (h-ri)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan