Bandar Sabu di Bima Ngaku Beli Barang dari Bripka ES, Ini Kata Kapolres

kicknews.today – Seorang bandar narkoba jenis sabu, Gathan alias Duren di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat membuat pengakuan mengejutkan sesaat setelah ditangkap dan diinterogasi. Dia mengaku mendapat pasokan barang berbahaya tersebut dari seorang oknum anggota polisi, Bripka ES.

”Iya benar pengakuannya seperti itu,” kata Kapolres Bima, AKBP Bagus Satriyo Wibowo , Jumat (15/6).

Pelaku mengaku membeli sabu yang kemudian diedarkannya di wilayah Desa Ngali, Kecamatan Belo, Bima itu satu gramnya seharga Rp 1,7 juta.

Menurut Kapolres, pengakuan tersangka saat ini masih didalami penyidikan. Pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap beberapa orang. Dari hasil pemeriksaan sementara, oknum polisi ini rupanya memperoleh sabu bukan dari wilayah Bima.

Dari pendalaman, diketahui Bripka ES mendapat sabu dari wilayah Sumbawa. Barang berbahaya tersebut kemudian dibawa sendiri usai membelinya di Sumbawa, seperti ditulis jpnn.

”Tujuan edarnya memang untuk wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima,” terangnya.

Sanksi tegas sampai pemecatan akan dilakukan terhadap Bripka ES. Namun begitu, sanksi akan diberikan usai pemeriksaan dan pembuktian sesuai dengan yang dituduhkan tersangka Duren.

“Kita tindak tegas. Tapi, sebelum itu kita kan periksa dulu, buktikan benar atau tidak,” pungkas Bagus.

Sebelumnya, Gahtan alias Duren tak berkutik saat dibekuk polisi dan menemukan 8 poket besar sabu di kediamannya, akhir Mei lalu.

Pria 45 tahun ini diduga sebagai bandar yang kerap menjual narkoba jenis sabu di Desa Ngali, Kecamatan Belo, Bima dengan informasi yang diperoleh dari warga sekitar rumah tersangka. (red.)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat