Mau Mudik Bersama Keluarga Dengan Mobil Pribadi? Ini Cara Hindari Microsleep Jika Ingin Selamat

Pernahkah anda mengalami situasi di mana anda sedang berkendara, namun tiba-tiba terlelap di saat mengendalikan setir?

kicknews.today–Lebaran Idul Fitri 2018 sebentar lagi tiba. Jika anda merupakan keluarga rantauan dan berencana hendak pulang mudik bersama keluarga memakai kendaraan pribadi, beberapa tips yang dibagikan oleh warganet pemilik akun facebook bernama Rudy Razi ini perlu  anda coba agar terhindar dari marabahaya.

Pernahkah anda mengalami keadaan di saat mengemudikan setir, tetapi anda tiba-tiba terlelap beberapa detik?

Ya, momen itu hanya seketika, hanya beberapa detik saja. Saat yang bersamaan, anda merasakan kendaraan truk yang ada di depan mobil yang sedang anda kendarai pada mulanya masih jauh jaraknya, tetapi tiba-tiba dalam sekejap seolah-olah berada tepat di depan mata.

Jika anda pernah mersakan keadaan seperti itu disebut dengan microsleep. Microsleep adalah keadaan di mana badan tidur sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses oleh otak. Durasi microsleep adalah antara 1 hingga 30 detik. Hal ini bisa terjadi walaupun mata masih terbuka. Seperti sebuah komputer, otak telah shut down.

Pada kecepatan 70 km/jam, microsleep selama 3 detik menyebabkan kenderaan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter. Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang dalam sekejap mata. Bayangkan apa yang terjadi apabila kenderaan berada pada kecepatan 100 km/jam?

Seringkali pengemudi menganggap dia kebal. Rasa bangga diri itu misalnya berpikir bahwa kecelakaan hanya terjadi kepada orang lain. Aku pandai bawa mobil dan Kondisi mobil pun bagus.

Keinginan untuk bersama keluarga tersayang yang terpisah buat sekian lama dijadikan motivasi untuk terus berkendara walaupun sudah terlalu mengantuk.

Ada juga yang berpendapat jika kenderaan dipacu dengan kencang, maka mengantuk akan berkurang. Akibat ada hormon adrenaline yang meningkatkan upaya fight or flight. Fight or flight adalah sitiuasi di mana badan bersedia untuk menghadapi keadaan yang membahayakan diri sendiri. Pilihannya hanya ada dua; lawan atau lari. Adapula sebahagian orang berpendapat jalan yang berliku seperti kelok 44 dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk karena pengendara lebih fokus pada belokannya.

Tetapi ingat. Dua fakta tersebut hanya mengundang bahaya yang akan mengancam keselamatan nyawa anda dan keluarga. Kesan fight or flight hanya seketika saja. Sistem badan akan burn out dan akhirnya bisa menyebabkan microsleep yang lebih lama.

Jadi, apa yang harus dilakukan?

Pertama hal yang bisa anda lakukan adalah berhenti atau mengehntikan laju mobil anda. Kemudian anda bisa memilih tempat untuk memarkir mobil di tempat yang aman. Atau anda juga bisa memilih tidur sejenak untuk memulihkan keletihan badan anda selama berkendara. Tak perlu tidur lama. Lima menit cukup.

Beberapa kegiatan tersebut bisa dilakukan secara berulang, setiap kali anda mulai berasa mengantuk. Maka segeralah berhenti, dan usahakan untuk beristirahat setiap dua jam apabila anda sedang dalam perjalanan berkendara jarak jauh.

Tips yang bisa dilakukan oleh penumpang yang duduk di samping sopir, yaitu jadilah co-driver yang baik dan cobalah lakukan beberapa hal:

  1. Ajak pengendara berbincang untuk mengurangi rasa bosan.
  2. Perhatikan cara berkendara. Jika sudah mulai tidak ikut mengikut lajur, tegur sopir atau orang yang mengendari mobil yang anda tumpangi.
  3. Sesekali sekali lihat instrumen di dashboard mobil, apakah berkendara terlalu cepat? Apakah ada lampu-lampu peringatan yang menyala? Jika ada, maka tegurlah sopir atau orang yang memegang kendali mobil anda.

Jika anda dan keluarga hendak mudik dan membawa kendaraan pribadi, maka berhati hatilah di jalan raya. Apalagi dengan susasna arus mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini kedaan jalan raya cukup ramai dan lebih pada dari kedaan tahun sebelumnya. Jangan jadikan diri dan keluarga anda bagian dari statistik kecelakaan. (h-ri)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat