Jadi DK PBB, Indonesia Fokus Palestina Merdeka, Presiden: Ini Amanah…

kicknews.today – Presiden Joko Widodo menyebut terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB adalah cerminan penghargaan masyarakat internasional terhadap rekam jejak Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam akun resmi facebooknya, Minggu (10/6), menyebut demokrasi dan toleransi di Indonesia akan menjadi aset untuk Indonesia dapat berperan aktif di DK PBB.

“Peran Indonesia di tingkat global akan semakin meningkat dengan terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 mewakili Asia-Pasifik,” katanya.

Ia juga menyebut dalam Sidang Majelis Umum PBB kemarin, Indonesia didukung 144 suara dari 190 negara anggota PBB yang hadir.

“Dukungan ini melebihi dua pertiga dari anggota PBB,” katanya.

Ia menegaskan amanah masyarakat internasional kepada Indonesia harus menjadi perhatian untuk dijalankan sebaik mungkin.

“Amanah masyarakat internasional kepada Indonesia ini akan kita jalankan sebaik-baiknya untuk memberi kontribusi nyata bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan di kawasan dan global,” katanya.

Presiden sekaligus mengapresiasi dan menyampaikan selamat kepada para diplomat Indonesia yang telah mengantarkan Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020.

Sementara itu, menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi mengatakan isu Palestina menjadi perhatian Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

“Isu Palestina akan menjadi perhatian Indonesia,” katanya saat berbicara dengan sejumlah jurnalis melalui video konferensi di Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat malam, (8/6).

Indonesia merupakan negara yang sejak awal mendukung kemerdekaan Palestina.

Selain isu Palestina, Retno juga menyebutkan beberapa fokus isu yang akan dikerjakan selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, antara lain memperkuat ekosistem perdamaian global dan penyelesaian konflik secara damai.

Fokus lainnya, meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian, termasuk peran perempuan.

Selanjutnya, membangun sinergi organisasi antarkawasan dengan Dewan Keamanan PBB dalam menjaga perdamaian.

Indonesia juga akan memerangi terorisme serta mengajak anggota Dewan Keamanan PBB bekerja lebih efektif, efisien, dan akuntabel. (ant-tempo)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat