in

Ibadah Biar Masuk Surga? Ah yang Benar Saja…

Ilustrasi

kicknews.today – Nilai satu ibadah merupakan hak prerogatif Tuhan yang Maha Kuasa. Dialah satu satunya yang berhak menyatakan ibadah seseorang diterima atau tidak dan ibadah kepadaNya haruslah dilakukan dengan ikhlas. Bukan karena embel-embel yang lainnya.

Menurut penulis buku ‘Beragama dengan Akal Sehat’ Agus Mustofa yang juga seorang ilmuan teknik nuklir jebolan Universitas Gajahmada, Jogjakarta, ikhlas adalah satu akhlak tertinggi dalam agama islam dimana lawan katanya ialah pamrih.

“Allah menghendaki agar kita beragama hanya karena-Nya dan tanpa pamrih. Lillahi ta’ala,” tulisnya.

Orang yang ikhlas mengorientasikan seluruh ibadahnya untuk mencintai Allah dan merendahkan ego. Sedangkan orang yang pamrih berorientasi ibadahnya untuk mengejar surga. hal ini dapat mengesampingkan Allah dalam fokus ibadahnya.

Padahal, hanya orang – orang yang mengerahkan kecintaannya untuk Allah semata yang layak mendapatkan surga-Nya.

Mengutip dari satu ayat dalam Al’Qur’an di surat An-Nisa: 125, dikatakan “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan diri kepada Allah. Sedang diapun mengerjakan kebaikan dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya,”

Jadi menurutnya, sebaik-baik ibadah ialah yang dilakukan dengan tujuan karena kecintaan pada Allah semata dengan merendahkan diri kepada-Nya tanpa berharap pamrih apapun termasuk mengharap surga. Namun jika surga itu diberikan, hal ini merupakan bagian dari reward yang diterima karena keikhlasan tersebut. (red.)